Selasa, 08 Maret 2011

Bangun Kepercayaan Dengan Matching

Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan,
Pengakuan adalah motivasi terkuat.
Mary Kay Ash

Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati Anda.
Heather Pryor


Salah satu penyebab komunikasi tidak menghasilkan respon dari pelaku komunikasi adalah tidak adanya kepercayaan, harmoni dan kerja sama di antara orang-orang yang melakukan komunikasi.  NLP menamakan kondisi adanya kepercayaan, harmoni dan kerja sama sebagai rapport.

Tanpa membangun kondisi rapport, yang terjadi hanyalah pembicara mengatakan informasi kepada pendengar. Tidak lebih dari itu. Proses hanya sebatas saling berkata dan mendengar tetapi tidak menghasilkan respon yang diinginkan atau lebih parah menimbulkan perdebatan dan keributan.

Untuk itu langkah pertama dalam menjalin komunikasi adalah membangun kondisi rapport sebelum melakukan komunikasi untuk mendapatkan respon yang sesuai. Yang seringkali terjadi dalam praktek, orang-orang yang melakukan komunikasi memusatkan perhatian bagaimana mendapatkan keinginannya saja tanpa memperhatikan kondisi rapport dengan orang-orang yang berkomunikasi dengannya. Mungkin si pembicara tidak menyadari pendengarnya mengambil jarak karena tidak adanya kondisi rapport sehingga komunikasi apapun yang terjadi menjadi tidak berguna.



Anda dapat membangun kondisi rapport dengan orang-orang untuk berkomunikasi dengan melakukan matching. Matching adalah proses mencocokkan atau menyesuaikan diri dengan orang-orang yang berkomunikasi dengan Anda. Hal pertama dapat dengan mudah untuk Anda menyesuaikan diri dengan orang lain adalah hal-hal yang terlihat secara visual. Lihatlah gerakan tubuhnya, kaki atau tangan, mimik muka,  cara duduk, irama napasnya dan dengarkan cara dia berbicara.

Anda tidak perlu menyesuaikan keseluruhan visual tersebut tetapi boleh menyesuaikan sebagian saja dari teman komunikasi Anda tersebut. Namun Anda perlu berhati-hati jangan sampai menimbulkan kesan meniru secara tidak sopan sehingga justru merusak kepercayaan yang Anda bangun.

Jika komunikasi dalam posisi duduk dan teman komunikasi Anda duduk menyilangkan kaki, sesuaikan diri Anda duduk dengan menyilangkan kaki dengan kenyamanan yang sama. Jika Anda melakukan pacing yang tidak nyaman, teman komunikasi Anda mungkin dapat merasakannya dan dapat mengganggu kepercayaan yang Anda bangun.

Lakukanlah gerakan menyesuaikan gerakan teman komunikasi Anda secara tidak kentara dengan niat Anda memiliki kepercayaan untuk teman Anda tersebut. Anda dapat memperhatikan dua atau beberapa teman akrab yang sedang berkumpul akan memiliki beberapa kesamaan secara fisik. Tanpa disadari orang-orang tersebut melakukan matching secara otomatis dan itu membentuk kepercayaan satu sama lain.

Bila matching visual sudah berjalan dengan baik, Anda dapat melanjutkan dengan matching verbal. Anda perlu memperhatikan kata-kata yang dipergunakan oleh teman komunikasi Anda, terutama system representasinya. Umumnya orang-orang memiliki kecenderungan representasi tertentu entah visual, auditory, kinestetik, olfactory dan gustatory dalam satu waktu.

Dengarkan system representasi melalui kata-kata yang diucapkan teman komunikasi Anda dan dengan menyesuaikan system representasi yang sama akan membangun kepercayaan yang baik. Bila teman komunikasi Anda menggunakan system representasi visual yang lebih dominan, pergunakanlah kata-kata yang merujuk system representasi visual. Demikian juga apabila menggunakan system representasi yang lain, sesuaikan juga system representasi Anda.

Bila proses matching berjalan dengan mulus, maka harapannya suasana rapport – adanya kepercayaan, harmoni dan kerja sama terbangun dengan baik. Anda dapat melanjutkan proses komunikasi dengan mudah dan menyenangkan.


sumber : bagian Sukses 21 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Selasa, 01 Maret 2011

Kesempatan Berharga & Istimewa !

Saya memiliki konsep acara dgn o.m.z.e.t. minimal 1 MILYAR rupiah per event MENCARI : Training Event Organizer atau pihak manapun untuk bekerja sama dalam penyelenggaraannya. Akan menjadi yang pertama di Indonesia !
www.YosandyLipSan.com
 
 

Rabu, 09 Februari 2011

Elemen 3 V Dalam Komunikasi

“Seberapa baik kita berkomunikasi tidak dibuktikan dengan seberapa baiknya kita mengatakan sesuatu, tetapi dengan seberapa baiknya kita mengerti.”
Andy Grove
“Perbedaan antara seorang yang pintar dan seorang yang bijak adalah seorang yang pintar tahu apa yang perlu dikatakan, seorang yang bijak tahu apa yang perlu dikatakan dan apa yang tidak.”
Frank M. Garafola




Pakar psikologi dari UCLA, bernama Profesor Albert Mehrabian menyatakan bahwa  elemen komunikasi terdiri dari 3 V yaitu :
  • 1.      Verbal
  • 2.      Vokal
  • 3.      Visual

 V yang pertama atau verbal adalah kata-kata yang diucapkan. Elemen ini hanya berpengaruh sebesar 7 % dari komunikasi yang terjadi. Kata-kata yang sama diucapkan orang yang berbeda akan menimbulkan dampak yang berbeda pula, sehingga kata-kata itu sendiri pengaruhnya kecil sekali dalam komunikasi.

Contohnya isi atau kata-kata dalam pidato Bung Karno. Dampak kata-kata tersebut apabila disampaikan oleh Bung Karno sendiri akan berbeda apabila misalnya disampaikan oleh Tessy Srimulat . Anda yang merasa terbakar semangatnya mendengar Bung Karno sendiri, mungkin menjadi lucu bila mendengar Tessy Srimulat.


Contoh lain misalnya syair atau kata-kata dalam lagu yang dinyanyikan Inul Daratista. Dampak yang berbeda apabila kata-kata yang sama dinyanyikan oleh Inul Daratista sendiri  dibandingkan misalnya yang menyanyikan adalah  Nunung Srimulat.

V yang kedua atau vokal adalah mutu suara (tonality) mencakup keras lemah, lambat atau cepat dan sebagainya. Elemen ini menyumbang pengaruh sebesar 38 % terhadap komunikasi. Anda mungkin lebih menyukai penyiar radio yang berbicara dengan suara yang jelas, kecepatan sedang dan berirama daripada suara yang cempleng dengan kecepatan tinggi.

V yang terakhir yaitu visual atau gerak tubuh pembicara. Elemen ini berpengaruh paling besar yaitu 55 % terutama dalam komunikasi langsung. Ini sebabnya pengaruh yang demikian besar atas lagu yang dinyanyikan oleh Inul Daratista. Gerak tubuhnya yang heboh membuat penontonnya ikut bergoyang. Dalam komunikasi tidak langsung seperti melalui telepon, elemen visual ini juga perlu. Anda pasti  bisa ‘mendengar’ seseorang sedang tersenyum di ujung telepon.

Dalam praktek sehari-hari, seringkali orang lebih memperhatikan kata-kata daripada mutu suara dan gerak tubuh pada saat berkomunikasi. Walaupun dampaknya kecil, pemilihan kata-kata yang baik tetap penting dan diperlukan. Hanya saja Anda perlu memperhatikan mutu suara dan gerak tubuh yang memiliki dampak total sebesar 93 % sehingga kata-kata yang Anda sampaikan tidak kehilangan tujuannya dan mendapatkan respon yang sesuai dengan keinginan Anda.

sumber : bagian Sukses 20 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Sukses Tidak Bisa Tidak Berkomunikasi


“Komunikasi yang terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraanya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka.
Aristoteles
“Komunikasi adalah suatu cara yang lazim dan efektif yang memungkinkan orang-orang melakukan orientasi diri terhadap lingkungan mereka.
Theodore Newcomb



Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas mengenai komunikasi yang dilakukan ke dalam diri sendiri. Selain manfaat yang telah Anda ketahui, dengan komunikasi dengan diri sendiri akan menjadi pondasi yang kuat untuk berkomunikasi dengan orang lain.  Ada pepatah mengatakan “Kesulitan terbesar adalah menaklukan diri sendiri” sehingga bila kita dapat berkomunikasi secara baik dengan diri sendiri adalah berarti Anda dapat menaklukkan diri sendiri. Dengan demikian berkomunikasi dengan orang lain menjadi relatif lebih mudah.

Dalam kehidupan ini kita tidak bisa tidak berkomunikasi dengan orang lain. Demikian juga untuk mencapai outcome atau sukses, Anda perlu berkomunikasi. Ada sebagian orang yang relatif pendiam dan jarang berkomunikasi. Dulu saya termasuk di dalam kelompok tersebut.

Dengan alasan kurangnya percaya diri dan ketidaknyamanan berkomunikasi dengan orang lain, saya pendiam sejak kecil sampai saat menjelang bekerja. Pada saat memasuki dunia kerja, saya menyadari bila tidak meningkatkan kemauan dan kemampuan komunikasi saya akan merugikan saya. Kesadaran itu mulai menyentil kemauan saya untuk mulai berkomunikasi lebih banyak sementara saya juga mencari tahu cara yang baik dalam berkomunikasi.
Komunikasi ternyata bukanlah sekedar pembicaraan. Komunikasi bukanlah proses informasi dari pembicara kepada pendengarnya. Itu definisi komunikasi yang saya pahami awalnya. Namun tidak jarang dengan definisi komunikasi yang seperti itu hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan harapan. Dan memang makna komunikasi dalam pendekatan Neuro Linguistic Programming  adalah respon yang Anda peroleh.

Pembicaraan demi pembicaraan yang dilakukan hanyalah berakhir sebagai pembicaraan dan bukanlah KOMUNIKASI sejauh respon yang diinginkan pihak terkait tidak sesuai. Tidak jarang juga pembicaraan yang dilakukan menjadi sia-sia, berlarut-larut bahkan malah menimbulkan dampak yang merugikan.

Makna komunikasi adalah respon yang Anda peroleh merupakan salah satu asumsi dasar dalam Neuro Linguistic Programming. Ada beberapa asumsi dasar dalam Neuro Linguistic Programming  terkait dengan komunikasi. Asumsi-asumsi ini apabila Anda menyakininya akan membantu dan meningkatkan kemampuan komunikasi Anda.

Salah satu asumsi yang terkenal dalam Neuro Linguistic Programming  adalah “the map is not the territory”.  Peta bukanlah wilayah yang sesungguhnya. Apa yang tergambar dalam peta hanyalah simbolisasi dari wilayah yang sebenarnya bukan wilayah itu sendiri.

Analogi yang sama seperti daftar menu bukanlah makanan yang sesungguhnya. Daftar menu hanyalah menggambarkan makanannya. Makanan yang sesungguhnya adalah makanan yang dibuatkan menurut pesanan Anda dan diantarkan setelah Anda memesannya. Kedua analogi ini menyatakan bahwa apa yang ada di pikiran bukan realita sebenarnya. Apa hubungannya dengan komunikasi ?

Seringkali seseorang menganggap hal-hal yang ada dalam pikirannya adalah realita dalam dunia sebenarnya. Dalam komunikasi, seseorang dapat berpikir apa yang dalam pikirannya sama dengan pikiran orang lain. Padahal dalam kenyataan yang sebenarnya bisa berbeda sama sekali sehingga komunikasi yang terjadi kemungkinan besar menghasilkan sesuatu yang berbeda dari keinginan.

Bila Anda menyadari asumsi ini membuat Anda sadar dunia yang berada pada orang lain berbeda sehingga Anda perlu menghormati bentuk dunia yang ada dalam pikiran orang lain. Dari komunikasi yang Anda lakukan dengan asumsi tersebut akan menghindarkan Anda dari respon yang berbeda. Jangan sampai Anda kecewa karena berpikir orang lain akan menerima usulan Anda sementara kenyataannya orang tersebut menolak. Juga menghindarkan Anda melakukan sesuatu yang merugikan Anda hanya karena Anda berpikir orang lain tidak menyukai Anda.

Kadang-kadang Anda mungkin menemui orang yang ‘sulit’ dalam komunikasi. Anda perlu mempertimbangkan asumsi “selalu ada maksud positif dalam setiap perilaku”. Carilah maksud positif dalam perilaku seseorang akan menghindarkan Anda melabeli seseorang sebagai orang yang ‘sulit’.

Mungkin saja perilakunya tidak menyenangkan atau tidak nyaman bagi Anda, namun Anda bisa mendapatkan manfaat bila berkomunikasi dengan orang tersebut. Apabila Anda melabeli orang tersebut akan membuat Anda semakin tidak nyaman berkomunikasi dengannya atau justru menghindarinya yang berarti juga menghindari manfaat besar yang mungkin Anda peroleh.

Dengan mengetahui maksud positif dari perilaku orang tersebut, setidaknya akan mengurangi ketidaknyamanan Anda atau mengubah sama sekali penilaian Anda terhadapnya dan berdampak positif dengan komunikasi yang sedang Anda lakukan. Sungguh menyenangkan Anda akhirnya memperoleh hasil yang baik dan mengembangkan kemampuan komunikasi yang semakin meningkat !

sumber : bagian Sukses 18 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Minggu, 09 Januari 2011

Menghancurkan Tembok Mental Block

“Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, atau Anda percaya bahwa Anda tidak mampu, dalam kedua hal itu Anda mungkin benar.”
Henry Ford
“Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batasan pikiran Anda. Apa yang Anda   yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.’
Mary Kay Ash




Ada yang menamakan limiting belief sebagai mental block yang memiliki pengertian yang sama. Mental block adalah kondisi mental yang menghambat seseorang dalam mencapai keinginannya yang sebenarnya berasal dari belief atau keyakinan yang membatasi. Singkat kata, limiting belief adalah sama dengan mental block dalam kata yang berbeda. 

Dengan demikian seperti janji saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas cara mengubah limiting belief menjadi empowering belief yang sekaligus juga berarti menghancurkan tembok mental block. Teknik ini bukan cara satu-satunya, tetapi lebih kepada cara untuk memantapkan komunikasi dengan diri Anda dengan lebih baik lagi.

Bahkan teknik ini tidak saja bermanfaat untuk menghancurkan mental block tetapi lebih jauh manfaatnya untuk kebutuhan lain. Bapak Ronny F. Ronodirdjo, seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP mengajarkan  teknik ini dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Setelah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda dapat menggunakannya sesuai kebutuhan Anda untuk hal-hal lain.


Teknik ini dinamakan six steps reframing ( enam langkah untuk membingkai ulang) dan sesuai dengan namanya terdiri dari 6 langkah. Teknik ini akan bermanfaat dengan lebih optimal apabila sebelumnya Anda rajin melakukan komunikasi dengan diri sendiri. Kesadaran Anda akan menyampaikan informasi yang jelas bagi Anda. Seringkali orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.

Berikut ini langkah-langkah dalam six step reframing :
  1.  Siapkan limiting belief yang ingin Anda ubah.
  2.  Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.
  3.  Tanyakan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut apakah maksud positif dengan belief seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.
  4.  Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 keyakinan baru (empowering belief tentunya) yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.
  5. Ajukanlah 3 keyakinan baru kepada bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan limiting belief sebelumnya.  Bila bagian diri Anda yang memegang limiting belief menolak keyakinan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 keyakinan baru berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.
  6.  Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan empowering belief yang baru ini dalam mencapai outcome saya ?” Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri Anda telah melakukan langkah untuk mengganti limiting belief dengan empowering belief. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima keyakinan baru tersebut.

Selamat Anda telah melatih cara untuk mengubah limiting belief menjadi empowering belief ! Atau dalam kata lain, Anda telah menghancurkan mental block dan selanjutnya memiliki mental yang mendorong / memberikan kekuatan kepada Anda dalam mewujudkan outcome Anda.

 sumber : bagian Sukses 18 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Bertindak Dengan Empowering Belief

Ukuran kesuksesan Anda bergantung pada ukuran keyakinan Anda.”
David J. Schwartz
“Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tetapi pertama-tama Anda harus yakin.’
Mark Victor Hansen



Anda telah membuat well-formed outcome dengan baik dan mewujudkannya dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Anda pun juga telah menyadari diri Anda dengan kelebihan-kelebihan Anda dan mengembangkannya terus menerus. Satu hal yang dapat mendukung kelancaran tindakan Anda mencapai outcome adalah keyakinan (belief).

Keyakinan adalah kondisi atau keadaan percaya dalam Anda  terhadap sesuatu pada tingkat yang tinggi. Keyakinan dapat bersifat universal dan kebenarannya dapat dibuktikan oleh siapapun. Contohnya : matahari terbit di timur dan terbenam di barat, bumi berputar mengelilingi matahari, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sebagainya.

Keyakinan dalam diri manusia ada yang bersifat pribadi atau kita namakan saja keyakinan pribadi. Keyakinan ini terbentuk dari keluarga, agama, pendidikan, lingkungan pergaulan, guru, media dan lain-lain.  Keyakinan pribadi ini berisi tentang kehidupan sehari-hari yang bersifat umum seperti pekerjaan, keuangan, manusia dan hal-hal khusus seperti keyakinan dalam mencapai outcomeKeyakinan pribadi dapat menjadi dalam keyakinan yang memberdayakan ( empowering belief ) dan keyakinan yang membatasi ( limiting belief ).



Berikut contoh empowering belief :
  1.   banyak orang sukses maka saya juga bisa;
  2.  saya memiliki kekuatan untuk mencapai outcome;
  3.  memiliki kekayaan itu baik;
  4.  mendapatkan uang itu mudah dengan cara tertentu;
  5. dan lain-lain.
Sedangkan contoh limiting belief :
  1. saya terlalu muda untuk sukses;
  2.  orang kaya itu jahat, sehingga saya tidak perlu kaya;
  3.  saya memiliki banyak kekurangan untuk sukses;
  4. sukses itu perlu modal besar;
  5.   dan lain-lain.

Anda sekarang tentu setuju bahwa keyakinan yang memberdayakanlah yang mendukung Anda mencapai outcome, sebaliknya keyakinan yang membatasi akan menghambat bahkan melakukan sabotase terhadap Anda. Namun seringkali banyak orang tidak menyadari dalam dirinya apa saja yang menjadi empowering belief dan apa saja yang limiting belief. Semuanya terkesan berjalan secara otomatis tanpa dapat dikendalikan.

Saya yakin Anda telah mengetahui sebabnya. Anda masih ingat bahwa kesadaran manusia terdiri atas kekuatan sadar ( 12 % ) dan bawah sadar ( 88 % ). Keyakinan-keyakinan yang telah mengendap di bawah sadar akan bergerak secara otomatis. Apabila keyakinan itu adalah empowering belief, Anda tentu menyadari kekuatan itu semakin luar biasa mendorong Anda mencapai outcome Anda. Namun sebaliknya bila yang mengisi bawah sadar seseorang adalah limiting belief maka orang itu tidak menyadari ada sabotase untuk melemahkan usaha mencapai outcomenya.

 
Salah satu manfaat berkomunikasi dengan diri sendiri adalah menggali keyakinan-keyakinan yang sudah tertanam dalam diri Anda. Anda boleh melakukan langkah-langkah berikut untuk mengetahui keyakinan dalam diri Anda yang mungkin tidak Anda sadari :

  1. Carilah waktu luang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri kurang lebih 1 jam dan bebaskan diri Anda dari hal-hal yang mungkin mengganggu seperti dering handphone.
  2. Bila perlu sampaikanlah kepada orang-orang dekat Anda seperti keluarga bahwa selama waktu tersebut agar tidak berkomunikasi dengan Anda karena Anda memerlukan waktu untuk sendiri, Anda dapat mengatakan sedang melakukan perenungan.
  3.  Anda dapat menyetel musik relaksasi jika menyukainya, musik relaksasi dapat membantu Anda masuk dalam kondisi relaks sehingga memudahkan Anda dalam komunikasi dalam diri Anda dan mulailah membuat diri Anda relaks dengan duduk di tempat yang nyaman bagi Anda, baik tubuh maupun pikiran serta menikmati suasana di sekeliling Anda yang membantu relaks lebih nyaman, baik suara musik relaksasi atau udara sekitar Anda.
  4. Bila sudah relaks, berbicaralah dengan diri Anda dan sampaikanlah rasa terima kasih Anda dengan cara Anda sendiri, contoh “ Tubuh dan pikiranku,  saya menyampaikan terima kasih atas support kalian selama ini dalam setiap kegiatan saya. Terima kasih juga atas kesediaan untuk berkomunikasi saat ini”.
  5.  Lanjutkan dengan menyampaikan keinginan untuk menggali keyakinan yang berada dalam diri Anda, contoh “Bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan, mohon katakan keyakinan-keyakinan yang ada dalam diri saya hubungannya dengan …….... (Anda  mengisi titik-titik dengan kebutuhan Anda seperti outcome, karir/bisnis dan lain-lain). 
  6.  Tunggulah pesan yang akan disampaikan oleh diri Anda yang dapat berupa gambaran,  sensasi rasa atau kata-kata, untuk pesan kata-kata biasanya mereka yang terbiasa berkomunikasi baik dengan dirinya dan bila berupa gambaran atau sensasi rasa saja Anda mungkin kesulitan menafsirkannya.
  7.  Bila berupa gambaran atau sensasi rasa Anda dapat kembali berkomunikasi agar mendapat pesan yang jelas, contoh “Terima kasih atas gambaran yang muncul tadi, mohon bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan bersedia mengatakan dalam kata-kata yang saya mengerti”.
  8. Setelah selesai, sampaikan terima kasih kepada diri Anda atas informasi dan komunikasi yang dilakukan.

Selamat, Anda telah mengetahui keyakinan dalam diri Anda. Anda tinggal memilahnya apakah keyakinan Anda tersebut empowering belief atau limiting belief. Beruntung bila Anda memiliki empowering belief, Anda meneruskan tindakan Anda untuk mencapai outcome.

Bagaimana bila ternyata Anda memiliki limiting belief ? Anda juga beruntung karena pembahasan berikut adalah teknik mengubah limiting belief menjadi empowering belief. Selamat !

 sumber : bagian Sukses 17 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"