Jumat, 19 November 2010

Tiga Pendekar Penegak Kepercayaan Diri


“Ke mana pun Anda pergi, apa pun cuacanya, selalu bawa terang mentari Anda.”
Anthony J. D’Angelo
“Hal-hal yang baik yang kita tanam pada akhirnya yang akan membangun kita.”
Jim Rohn

 
Saya adalah salah satu pengagum Oprah Winfrey, seorang Afro-Amerika pembawa acara talk show termahal sekaligus wanita terkaya di dunia. Salah satu kekaguman pada diri Oprah Winfrey adalah kepercayaan diri yang luar biasa. Apalagi menyimak latar belakang dirinya yang kurang beruntung sebelumnya, lahir dari ayah seorang mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur dan ibu seorang pembantu rumah tangga.

Oprah Winfrey hidup dengan neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Di usia 9 tahun mengalami perkosaan oleh saudara sepupu ibunya beserta  teman-temannya. Di usia 13 tahun Oprah hamil dan melahirkan namun bayinya meninggal kemudian. Sungguh luar biasa, seorang wanita dengan pengalaman seperti itu dapat bangkit bahkan sukses dalam hidupnya dengan penuh percaya diri.

Di sekitar kita masih sering kita menemukan orang yang kurang percaya diri. Kekurang percayaan diri ini menghambat kemajuan yang dilakukan seseorang. Untuk menumbuhkan  kepercayaan diri ini adalah membentuk dan melatih 3 pendekar dalam diri Anda. Apabila Anda membentuk dan melatih 3 pendekar ini dengan baik akan menumbuhkan kepercayaan diri yang baik.


Tiga pendekar yang saya maksud berdasarkan uraian Brian Tracy dalam bukunya Change Your Thinking Change Your Life  adalah self-ideal, self-image dan self-esteem. Self-ideal terdiri dari semua harapan, impian, visi dan idaman Anda. Orang yang memiliki self-ideal yang baik akan membentuk kepercayaan diri yang baik pula. Orang yang tahu siapa diri mereka dan apa yang dia yakini serta konsisten dengan nilai ideal yang dianut.

Self-image merupakan bagian yang menunjukkan bagaimana Anda melihat diri Anda dan pendapat Anda tentang diri Anda. Pada bagian ini Anda melihat ke dalam diri Anda dan menentukan bagaimana Anda sebaiknya bertingkah laku. Self-image akan mempengaruhi berbagai emosi, perilaku, sikap dan bagaimana interaksi Anda dengan orang lain. Untuk memiliki kepercayaan diri yang baik, Anda harus menciptakan self-image yang baik pula.

Self-esteem dapat dikatakan ‘inti reaktor’ kepribadian Anda. Self
- esteem adalah seberapa besar Anda mencintai diri Anda. Self-esteem menjadi sumber energi yang menentukan tingkat percaya diri Anda. Semakin Anda mencintai diri Anda akan semakin meningkatkan tingkat kepercayaan diri Anda.

Anda dapat memeriksa self-ideal saat ini, apakah self-ideal sudah sesuai harapan dan kebutuhan Anda ?  Anda dapat mengetahuinya dari dampak self-ideal pada kehidupan Anda. Anda dapat menata ulang self-ideal sehingga membawa dampak yang positif dalam kehidupan Anda. Bingkai ulang harapan, impian, visi dan idaman yang dapat mendorong Anda menuju kehidupan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Hal yang sama juga terhadap self-image yang ada selama ini, Anda menilai kembali apakah self-image tersebut sudah baik menunjang kegiatan Anda sehari-hari ? Anda dapat memodel tokoh yang Anda kagumi dalam membentuk self-image yang baru. Bagaimana self-image tokoh tercermin dalam perilakunya yang baik dapat menjadi model Anda. 


Apakah juga Anda mencintai diri Anda dengan takaran yang tepat, perlu Anda evaluasi kembali ? Takaran yang kurang akan berpengaruh pada rendahnya kepercayaan diri, sebaliknya takaran yang berlebih dapat menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan (over confident). Orang bijak mengatakan cintailah dirimu seperti Anda mencintai orang lain.

Anda dapat menfokuskan diri untuk menerima dan mencintai diri Anda sesuai self-ideal, self-image dan self-esteem  yang bermanfaat. Setelah itu Anda perlu  menambahkan kemampuan diri Anda dan mengembangkan diri melalui pembelajaran  secara terus menerus. Dengan demikian kepercayaan diri Anda akan terus menerus tumbuh dan berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembangnya self-ideal, self-image dan self-esteem Anda

sumber : bagian Sukses 14 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Membaca, membaca dan membaca !

“Suatu benda tidaklah terbuat dari benda lainnya, melainkan terbuat dari pendapat, prasangka, dan informasi.”
Fred Alan Wolf, Ph.D

“Kebaikan adalah bahasa yang dapat membuat yang tulis mendengar dan yang buta membaca.”
Mark Twain

 

Brian Tracy dalam bukunya Change Your Thinking Change Your Life mengatakan agar berpenghasilan lebih banyak, Anda harus belajar lebih banyak. Dan jika uang adalah persoalan Anda karena banyak prioritas lain dalam hidup Anda maka cara belajar paling murah adalah membaca buku. Tentu bila Anda ingin mendapatkan manfaat belajar yang lain, ada baiknya Anda menabung dan mengikuti pelatihan-pelatihan yang menunjang pencapaian outcome Anda. Anggaplah dana yang Anda keluarkan untuk pelatihan adalah investasi untuk kesuksesan Anda.

Membaca buku dapat menjadi investasi termurah dalam belajar dan meningkatkan kompetensi Anda. Bisa gratis bila Anda meminjamnya dari teman, perpustakaan atau sekedar membaca di toko di pusat pertokoan. Saya melakukannya tahun-tahun awal saya bekerja dan saya benar-benar tidak memiliki dana untuk membeli buku walaupun membutuhkannya waktu itu.

Sepulang bekerja saya sering ke toko buku hanya untuk membaca buku-buku di sana. Walaupun harus berjalan kaki dari terminal ke toko buku dan kembali berjalan pulang dari toko buku ke rumah karena ongkos kendaraan hanya cukup untuk berangkat dan pulang kerja. Tak jarang di toko buku saya harus kucing-kucingan dengan karyawan toko buku karena kelelahan selepas kerja sehingga pada saat membaca buku seringkali saya membaca sambil duduk di lantai. Akibatnya ditegur karena memang tidak diijinkan untuk membaca sambil duduk di lantai.

Namun karena kebutuhan untuk pekerjaan waktu itu, semuanya saya lakukan dan saya mendapatkan manfaat yang banyak. Kompetensi bertambah, wawasan luas dan pekerjaan jadi lancar. Di masa sekarang, saat kondisi keuangan yang baik saya membalasnya dengan menyediakan anggaran buku. Dalam dua tahun terakhir, saya rata-rata membeli 200-an  buku baru per tahun.

Menurut Brian Tracy, jika Anda membaca satu jam saja dalam sehari, kira-kira dalam seminggu Anda akan dapat membaca satu buku. Satu buku dalam seminggu berarti kira-kira 50 buku dalam setahun. Lima puluh buku dalam setahun kira-kira 500 buku dalam 10 tahun ke depan. Paling sedikit Anda harus memiliki sebuah rumah yang lebih besar untuk dapat menampung semua buku itu. Namun, pada saat itu, kemungkinan Anda sudah akan mampu memiliki rumah yang sebesar itu.

Motivator lain, Anthony Robbins mengatakan  bahwa “kesuksesan meninggalkan petunjuk” dan buku adalah salah satu jejak petunjuk kesuksesan dari penulisnya. Seorang penulis menuliskan buku berdasarkan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki dengan masa sekurang-kurangnya 10 tahun. Itu artinya dengan membaca karyanya, Anda mengikuti jejak yang telah dilaluinya minimal 10 tahun. Nilai pengalaman dan kemampuan 10 tahun melewati keberhasilan yang tinggal Anda ikuti dan menghindari kegagalan yang dialaminya. Hal yang tentu sangat berharga dan bermanfaat!
Membaca dapat dikatakan proses pengembangan diri dengan biaya yang murah. Saya masih sering menemukan orang-orang yang memiliki keinginan membaca tetapi tidak melakukannya karena merasa daya tangkapnya kurang dan lambat dalam membaca buku. Anda telah membaca sampai halaman ini dan masih mengingat tentang keajaiban otak bukan ?

Dengan menyadari betapa luar biasanya kemampuan otak Anda, Anda dapat belajar dari membaca dengan baik dan yakin terhadap kemampuan betapa cepatnya otak Anda memahami suatu bacaan. Peganglah terus kesadaran dan keyakinan bahwa Anda diciptakan dengan otak yang luar biasa sehingga membaca adalah hal yang sederhana namun membawa manfaat yang besar.

Selain itu, Anda dapat menjadi manusia pembelajar dan belajar dari waktu ke waktu sehingga kemampuan Anda pun terus meningkat. Di atas telah saya sampaikan, Anda dapat berinvestasi dalam pelatihan. Mengikuti pelatihan memiliki manfaat yang lain dari membaca. Anda dapat belajar secara langsung dari pelatih Anda dan memperoleh masukan yang Anda butuhkan. Anda dapat mendiskusikan secara langsung hal-hal yang belum jelas.

Saya pernah mendapat keluhan dari beberapa karyawan mengenai atasannya yang berhenti belajar dan tidak menguasai kemampuan komputer untuk hal yang sederhana sekalipun. Berhubung atasan tersebut seorang manajer dan sudah senior maka anak buahnya hanya tunduk bila diperintahkan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan sendiri.

Di pihak lain, saya sering mendapatkan kenyataan banyak tokoh di Indonesia yang  luar biasa dengan kemampuan istimewa masih terus belajar dan mengikuti pelatihan. Tak kurang ada motivator, trainer terkemuka, rektor bahkan banyak juga pebisnis. Mereka benar-benar menunjukkan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” dan keliling dunia Australia, Asia, Eropa atau Amerika untuk terus mengembangkan diri. Sungguh mengagumkan dan tak heran prestasi para tokoh tersebut sungguh istimewa dengan kehidupan yang sukses juga!

sumber : bagian Sukses 13 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Kamis, 11 November 2010

Prinsip 1 % Sehari


“Jika Anda tidak perlu berusaha, Anda tidak akan mengetahui kekuatan Anda.”
Matt Reeves
“Lift untuk mencapai kesuksesan sedang rusak. Anda harus menggunakan tangga… satu anak tangga demi satu anak tangga.”
Joe Girard

 

Saya terinspirasi menulis artikel ini dari salah satu karyawan administrasi departemen saya di salah satu perusahaan tempat saya bekerja. Di perusahaan tersebut menggunakan karyawan outsourcing, salah satunya untuk support pekerjaan administrasi. Pada waktu itu karyawan mendapatkan kartu pengenal baru ( ID card ) untuk karyawan outsourcing maupun permanen. Untuk kartu pengenal karyawan outsourcing hanya tertera nomor induk karyawan dan tulisan besar OUTSOURCING.

Karyawan saya itu, sebut saja Tari ( bukan nama sebenarnya he3x) mengatakan “Pak, kasihan ya kami yang outsourcing ini, sudah statusnya menyedihkan malah di ID Card tertulis OUTSOURCING, besar-besar lagi. Kan malu Pak!” Bagi sebagian orang status karyawan permanen penting dan membanggakan mereka.

Tulisan ini bukan bertujuan untuk masuk pada persoalan pro dan kontra OUTSOURCING, tetapi ajakan untuk memberdayakan mereka yang motivasinya terpengaruh karena statusnya sebagai karyawan outsourcing. Banyak orang yang mencari pekerjaan karena kebutuhan ekonomi sehingga pada awalnya mereka tidak mementingkan status outsourcing. Sebagai karyawan outsourcing, mereka bekerja dengan was-was karena masa kerja mereka sebatas jangka kontrak. Entah itu 6 bulan atau 1 tahun.

Bila prestasi mereka baik bisa diperpanjang kontraknya paling lama 3 tahun atau total 5 tahun setelah jeda 1 bulan. Beberapa yang mendapat kesempatan karena ada kebutuhan perekrutan karyawan tetap dan prestasi mereka baik. Namun umumnya setelah 3 tahun, mereka harus mencari pekerjaan baru karena tidak diperpanjang kontraknya. Ini penyebab utama kekuatiran karyawan outsourcing.

Kepada Tari, saya memberikan motivasi dan mengajarinya mengenai beberapa hal termasuk  well-formed outcome. Yang perlu Tari lakukan adalah tetap melakukan pekerjaannya sebagai karyawan outsourcing dengan prestasi yang baik sambil menyiapkan diri untuk menjadi karyawan permanen  dengan posisi yang dia inginkan sesuai kriteria umum di berbagai perusahaan bukan di perusahaan tempat dia bekerja saja.

Tari perlu melakukan persiapan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi dalam istilah manajemen minimal sama dengan kriteria posisi yang diinginkan, namun lebih baik lagi kalau memiliki kompetensi lebih dari kriteria yang diminta. Dengan kondisi kompetensi yang sudah meningkat ditambah pengalaman kerja di perusahaan,  tentunya Tari memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima di banyak perusahaan.

Untuk meningkatkan kompetensi, Tari cukup menggunakan prinsip sederhana dan melakukannya secara konsisten. Yaitu prinsip 1% sehari. Tari cukup belajar sesuatu yang baru dengan waktu luangnya secara konsisten. Katakanlah belajar bahasa Inggris secara online misalnya, atau mulai menabung sedikit-demi sedikit agar bisa kursus ( belakangan saya tahu Tari menyiapkan tabungan untuk kuliah). Dengan  1%  peningkatan sehari, maka Tari mencapai 365 % peningkatan dalam setahun. Itu artinya kemampuannya bertambah 3 kali lipat dibanding sebelumnya.

Anda bisa mengerti, dengan kemampuan yang sudah meningkat 3 kali lipat tentunya peluang Tari mencari pekerjaan akan lebih besar. Hal ini berlaku juga untuk karyawan dengan status permanen. Mereka tidak boleh merasa dirinya aman karena status permanen karena karyawan permanen pun memiliki resiko diberhentikan karena prestasi jelek atau pengurangan karyawan.

Apalagi jika Anda memiliki keinginan untuk berkarir di perusahaan tersebut. Anda tidak akan memperoleh kesempatan hanya karena sekedar bekerja baik saja tetapi membutuhkan peningkatan kompetensi yang lebih banyak. Pergunakan prinsip 1 % sehari, setahun kemudian dengan kompetensi yang telah meningkat 3 kali lipat Anda minimal memiliki peluang kenaikan gaji yang lebih besar atau dipromosi.

Bayangkan Anda konsisten melakukan peningkatan kompetensi selama 3 tahun atau 1.095 %, yang berarti kemampuan Anda meningkat 10 kali lipat. Bila di perusahaan tersebut tidak mempunyai kesempatan yang senilai dengan kemampuan baru Anda, dengan mudah Anda menjual kompetensi Anda kepada perusahaan lain, bukan? Jauh lebih baik daripada Anda bekerja 3 tahun di perusahaan tersebut dengan kemampuan sama yang berarti Anda bekerja 1 tahun yang diulang 3 kali.

Dalam proses meningkatkan kompetensi tersebut, Anda perlu mencari tahu kompetensi apa yang menjadi standar suatu jabatan. Dengan mengembangkan diri mencapai kompetensi yang dibutuhkan apalagi melebihi standar yang diharapkan, tentunya akan meningkatkan nilai jual kemampuan Anda. Anda dengan mudah terpilih mengisi suatu jabatan atau mendapatkan promosi yang pada akhirnya berdampak pada gaji yang sesuai dengan harapan Anda.

Perusahaan tentunya lebih senang mempekerjakan karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi atau seorang mitra bisnis pun akan mengutamakan bekerja sama dengan mitra yang memiliki kompetensi yang baik. Memiliki kompetensi yang tinggi adalah salah satu kunci untuk mencapai sukses dalam hidup Anda.



sumber : bagian Sukses 12 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Chunking : Mengelola Kebun Garapan

“Tembakan-tembakan besar tidak lain adalah tembakan-tembakan kecil yang terus menerus ditembakkan.”
Christopher Morley

“Hal-hal besar tidak dikerjakan dengan tiba-tiba, namun dari sebuah rangkain pekerjaan-pekerjaan kecil yang digabungkan bersama.”

Vincent Van Gogh



Anda boleh mengibaratkan well-formed outcome sebagai kebun garapan milik Anda. Well-formed outcome dari segi ukuran dapat berukuran kecil, menengah dan besar. Dengan diibaratkan sawah garapan seperti kebun ukuran kecil, kebun ukuran menengah dan kebun ukuran besar. Untuk kebun ukuran kecil kemungkinan Anda sanggup untuk menggarapnya dan menanamnya sehingga panen pada waktunya.

Untuk kebun berukuran menengah dan besar, Anda mungkin kesulitan untuk langsung menggarapnya. Katakanlah ukuran menurut Anda itu 100 hektar, maka dapat membaginya menjadi 10 bagian dulu. Anda dapat merencanakan masing-masing bagian tersebut akan dikelola seperti apa. Mungkin Anda masih perlu membaginya masing-masing 10 bagian terlebih dahulu, sehingga menggarap kebun seluas 1 hektar relatif lebih mudah.

Anda dapat merencanakan 10 bagian ini apakah ditanam tanaman yang sama sedangkan 10 bagian lagi ditanam tanaman yang berbeda. Jauh lebih mudah dibandingkan Anda menggarap langsung 100 hektar luas awal tadi. Teknik membagi lahan kebun ini menjadi bagian yang lebih kecil dinamakan chunking down.


Seperti outcome Anda yang misalnya untuk mendapatkan penghasilan 100 juta. Membuat rencana yang langsung menghasilkan 100 juta relatif lebih sulit dibandingkan dengan Anda membaginya dengan rencana untuk menghasilkan 10 juta bahkan kemudian 1 juta akan lebih memudahkan Anda. Tugas Anda menjadi ringan dalam mencari cara untuk menghasilkan 1 juta dan pada saat tercapai kemudian mengumpulkannya menjadi 10 juta.

Dengan membagi outcome Anda menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, meringankan dan memudahkan langkah Anda untuk mencapainya. Outcome berukuran besar Anda dapat juga dalam perkiraan yang dicapai dalam jangka panjang, katakanlah dalam 3 tahun. Waktu 3 tahun tersebut dapat Anda chunking down menjadi 3 rencana masing-masing dalam 1 tahun. Kemudian rencana 1 tahun tersebut dipotong kecil kembali menjadi rencana 1, 3 atau 6 bulan sesuai kebutuhan Anda.

Anda yang memulai dengan outcome yang berukuran kecil dan telah mencapainya dapat menggabungkan dengan outcome berikutnya sehingga outcome yang berukuran lebih besar. Cara ini dinamakan chunking up, yaitu menggabungkan pencapaian-pencapaian kecil untuk mencapai outcome yang berukuran besar.

Dalam metafora kebun garapan tadi, Anda mungkin baru memiliki kebun berukuran 1 hektar. Dengan menggarapnya dengan sungguh-sungguh dan kemudian menghasilkan, Anda kemudian dapat membeli lagi kebun berukuran 1 hektar. Berikutnya dari hasil 2 hektar kebun, Anda dapat merencanakan kebun yang lebih luas lagi dan pada akhirnya bisa mencapai 100 hektar bila Anda menginginkannya.

Untuk Anda yang sebelumnya telah memiliki kebun garapan 100 hektar dan telah mengelolanya dengan baik secara chunking down sehingga semua lahan tersebut telah menghasilkan, selanjutnya dapat melakukan chunking up untuk mencapai outcome yang lebih besar lagi. Pilihan ada di tangan Anda.

Dengan melakukan chunking, Anda tidak perlu beralasan atau takut untuk memiliki cita-cita setinggi bintang di langit. Anda dapat membagi-baginya dalam tahapan-tahapan yang lebih kecil sehingga relatif lebih mudah dan lebih cepat untuk merealisasikannya. Secara mental juga Anda mendapatkan motivasi dan kepercayaan diri yang besar untuk mencapai hal-hal yang berukuran kecil.

Anda yang memulai dengan cita-cita sederhana juga dapat berbesar hati karena dengan mencapai cita-cita sederhana semakin memantapkan diri Anda dapat mewujudkan cita-cita sederhana berikutnya. Dengan menggabungkan setiap cita-cita sederhana akan menjadi cita-cita yang besar juga. Pepatah mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”.  


sumber : bagian Sukses 11 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Sabtu, 06 November 2010

Sinergi Positif Dengan Alam Semesta Untuk Semakin Berkelimpahan

“Dunia itu penurut, ia dapat diubah bentuknya sesuai kemauan kita. Bukan saja kita bisa mengubah masa kini, tetapi (dalam fisika kuantum) kita juga bisa mengubah masa lalu.”
Fred Alan Wolf, Ph.D

“Ketika Anda mengambil keputusan, alam semesta akan berkonspirasi untuk mewujudkan mimpi Anda.”
Ralph Waldo Emerson


Tuhan Maha Pencipta menciptakan alam semesta bersama dengan hukum-hukumnya seperti hukum keseimbangan, hukum pertumbuhan, hukum gravitasi, hukum sebab akibat, hukum tarik menarik, hukum substitusi, hukum penggunaan dan lain-lain. Alam semesta adalah maha sistem yang bekerja secara mandiri untuk menjaga kehidupan di dalamnya melalui hukum-hukum alam. Hukum-hukum tersebut menjadi sub-sistem yang saling bersinergi untuk memastikan semuanya berjalan seperti yang telah ditetapkanNya.

Dengan perangkat hukum alam, Tuhan Maha Pencipta tidak perlu melayani sendiri kebutuhan ciptaan-Nya. Alam semesta secara mandiri menyediakan kebutuhan bagi segala penghuninya dengan sistem yang tertata dengan baik. Tuhan Maha Pencipta tidak perlu memberikan makanan sendiri bagi tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Burung-burung pun dengan mudah mendapatkan makanan untuk hidup. Hukum alam semesta sudah menjaga kelangsungan hidup ciptaan-Nya.

Manusia sudah mencapai jumlah 6 - 7 milyar orang dengan berbagai kebutuhannya setiap individu. Seringkali manusia mengeluh mengenai hidupnya dan meminta kepada Tuhan Maha Pencipta  serta mengira Tuhan Maha Pencipta yang bekerja sendiri memenuhi permintaannya. Betul bahwa Tuhan Maha Pencipta menjadi tempat manusia bahkan segala ciptaan untuk meminta. Tapi berpikir bahwa Tuhan Maha Pencipta sendirilah yang turun tangan menyediakan setiap permintaan adalah kesalahan besar. Tuhan Maha Pencipta bukanlah pelayan bagi manusia.

Tuhan Maha Pencipta sudah menyediakan alam semesta yang berkelimpahan ini dengan hukum-hukum untuk melayani kehidupan di dalamnya. Manusia yang mampu bersinergi dengan hukum-hukum alam semestalah yang akan terpenuhi kebutuhannya dan hidup berkelimpahan. Manusia yang telah diberikan anugerah luar biasa dengan tubuh, pikiran, hati dan jiwanya seharusnya memiliki kesadaran bahwa Tuhan Maha Pencipta telah menyediakan keberlimpahan.

Yang seringkali dilakukan manusia adalah ketakutan bahwa kehidupannya selalu kekurangan. Ketakutan yang justru melawan hukum alam semesta dan semakin menjauhkannya dari keberlimpahan sehingga hidupnya dalam kekurangan. Mereka berpikir bahwa hidup adalah perjuangan yang harus dilakukan dengan keras, bila perlu dengan menghalangi bahkan mengorbankan orang lain.

Untuk menyatukan diri dengan keberlimpahan alam semesta, selalu mengisi HATI Anda dengan  lima satria. Dengan demikian Anda melakukan sinergi dengan alam semesta dan hukum-hukumnya sehingga mendatangkan keberlimpahan dalam hidup Anda. Ingat hukum tarik menarik, sesuatu yang Anda fokuskan akan menarik yang sama dalam pikiran Anda. Fokus tentang keberlimpahan akan menarik keberlimpahan, demikian sebaliknya takut akan kekurangan semakin membuat kekurangan.


Itulah yang terjadi mengapa ada orang yang berdoa dan selalu dikabulkan sedangkan yang lain tidak. Mereka yang berdoa dan jarang dikabulkan mungkin tidak menyadari berdoa seolah-orang Tuhan Maha Pencipta mempunyai hutang kepadanya. Mereka seolah-olah sedang menagih hutang dan Tuhan Maha Pencipta wajib membayarnya. Mungkinkah doa seperti itu terkabul ?

Sementara Anda berdoa sebagai ungkapan syukur atas segala apa yang Anda terima, ikhlas atas semua proses dan kondisi yang Anda hadapi, perasaan damai untuk selalu berbuat yang terbaik, bahagia atas semua yang ada dalam diri Anda serta penuh cinta berlimpah terhadap sekeliling Anda, kemudian Anda meminta keinginan dengan keyakinan doa Anda akan terkabul. Alam semesta akan menerima  vibrasi yang Anda pancarkan melalui doa yang bersinergi dengan hukum alam semesta dan mewujudkannya bagi Anda.

Selain mengisi alam semesta dengan hukum-hukumNya, Tuhan Maha Pencipta juga mengisi alam semesta dengan energi kehidupan. Energi kehidupan memiliki dua bentuk yaitu energi positif dan energi negatif. Energi positif adalah energi yang selaras dengan hukum-hukumNya dan berfungsi untuk mendatangkan manfaat yang baik. Sedangkan energi negatif adalah energi yang melawan hukum alam semesta dan memiliki dampak merusak / merugikan. Setan, iblis dan kekuatan hitam lainnya adalah bentuk energi negatif.

Manusia mungkin saja menggunakan energi negatif untuk kemudahan hidupnya. Terlepas dari kebenarannya, kita sering mendengar mengenai penggunaan tuyul, babi ngepet, pesugihan di gunung anu, dan lain-lain. Untuk menggunakan energi negatif tersebut, pelakunya tidak dapat mencampur adukkan dengan energi positif. Orang tersebut tidak boleh melakukan kegiatan yang melibatkan energi positif seperti kegiatan agama, jujur dan lain-lain. Anda tidak berpikir untuk melakukannya , bukan ? Karena resikonya menjadi budak setan dan penghuni neraka.


Anda yang mempunyai komitmen menggunakan energi positif pun demikian, jangan mencampuk adukkan dengan energi negatif karena menimbulkan kebingungan atau bentrokan kedua energi. Contoh bentuk energi negatif misalnya  curang, sikut-menyikut, korupsi, fitnah, sombong dan lain-lain. Energi negatif tersebut akan menghalangi kerja energi positif bekerja mempermudah hidup Anda. Namun bila Anda selalu mengisi diri Anda dengan energi positif, kehidupan Anda justru semakin mudah menuju kesuksesan. Isi diri Anda sebanyak mungkin dengan kebaikan, kejujuran, suka menolong, kesabaran, rendah hati dan bentuk-bentuk energi positif lainnya.


sumber : bagian Sukses 9 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Lima Satria Utama HATI

“Orang yang percaya, yakin, dan bijak mempunyai mata lahir dan mata batin. Ia melihat semua ciptaan-Nya di bumi dengan mata lahirnya dan melihat semua ciptaan-Nya di langit dengan mata hatinya.”
Abdul Qadir Al-Jailani
“… pancaindra manusia bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap dunia luar. Tetapi yang lebih menakjubkan adalah hatinya yang berjendela terbuka (ke dalam) ke arah dunia gaib yang tak kasatmata; di mana sesekali ia bisa menerima isyarat tentang masa depannya.”
Al-Ghazali



Syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cinta adalah lima kekuatan emosi yang memiliki vibrasi tertinggi yang positif. Dengan lima emosi positif ini, Anda dapat mengaktifkan law of attraction (hukum tarik menarik) dengan kekuatan penuh dalam diri Anda. Rhonda Byrne dalam bukunya yang fenomenal The Secret, menulis bahwa hukum tarik menarik adalah hukum penciptaan. Para ahli fisika kuantum mengatakan pada kita bahwa seluruh Semesta muncul dari pikiran! Anda menciptakan hidup Anda melalui pikiran-pikiran Anda dan hukum tarik-menarik.

Hukum tarik menarik bekerja ketika Anda memikirkan sesuatu dan Anda menarik pikiran-pikiran serupa dari Semesta ke diri Anda. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan terwujud dalam hidup Anda. Sementara Anda menggabungkan fokus pikiran Anda dengan syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cinta maka diri  Anda menjadi kekuatan magnet yang luar biasa.

Anda pernah melakukannya dan belum berhasil ? Anda pernah berhasil tetapi hanya menarik hal-hal yang tidak signifikan ? Anda tidak bisa sekedar memikirkan sesuatu yang besar dan mengharapkannya terwujud begitu saja.

Untuk menarik hal-hal yang besar Anda memerlukan kekuatan yang lebih besar dan mengaktifkannya dengan meletakkan lima emosi positif tertinggi pada tempat yang tepat. Anda bisa memancarkan syukur, ikhlas dan cinta adalah kekuatan emosi postif dengan vibrasi tertinggi. Semakin besar Anda memancarkannya, Anda memperoleh kekuatan yang semakin besar juga.

Namun Anda tidak dapat memancarkannya hanya dengan memikirkannya. Anda tidak bisa mengaktifkan kekuatan tersebut hanya dengan berpikir Anda sudah bersyukur, berpikir bagaimana ikhlas, berpikir bentuk damai,  berpikir mendapatkan bahagia atau berpikir Anda sudah memiliki cinta. Bukan itu !

Syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cinta tidak memiliki kekuatan bila hanya berada di pikiran. Anda harus meletakkannya di HATI Anda, dan itu sebabnya saya memberikan mereka gelar sebagai lima satria utama HATI. Sempat penasaran ya ! Merekalah lima satria utama yang memimpin emosi-emosi positif lainnya seperti tenang, sabar, antusias, senang dan lain-lain. 

Sekarang letakkan para satria di jantung Anda ( tahu maksud saya, bukan ! ) dan rasakan gerakan emosinya. Raba dada dengan tangan Anda dan rasakan sensasi nyaman yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, menyebar ke seluruh tubuh dan memancar keluar diri Anda. Luar biasa !



Lima satria HATI adalah kekuatan yang sudah dianugerahkan Tuhan Maha Pencipta di dalam diri Anda. Anda tidak perlu mencarinya di luar diri Anda. Banyak orang di luar sana yang bersyukur dan kalau memperoleh sesuatu, ikhlas karena berharap mendapat sesuatu, mencari damai ke mana-mana, menerima cinta baru memberikannya. Itu justru membuat orang-orang tersebut hidup dalam penderitaan.

Justru memulai dengan diri yang penuh syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cintalah yang membuat Anda mencapai lebih banyak hal di dunia ini. Lakukan tanpa perlu alasan dan dengan kesadaran penuh bahwa lima satria HATI itu sudah ada di dalam diri Anda, tak perlu mencarinya ke mana-mana. Dan Anda mulai menyadari hidup itu mudah dan hal-hal terbaik mendatangi Anda terus menerus. 

Khusus mengenai bahagia tanpa perlu  alasan, Hingdranata Nikolay seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP™ menuliskan secara lengkap dalam bukunya yang berjudul Be Happy ! Get What You Want. Dalam salah satu bab buku tersebut membahas bahwa bahasa tidak saja hasil dari pikiran. Bahasa juga mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Kebahagiaan dan pencapaian yang kita inginkan juga tergantung pada bahasa yang kita gunakan.

Orang bahagia punya bahasa yang berbeda, yang terucap di dalam pikiran mereka atau keluar dalam percakapan: Bahasa orang bahagia! Kata-kata tertentu bisa memicu bayangan atau perasaan bahagia, kendati kita dalam situasi sebaliknya. Dan kata-kata tertentu lainnya bisa membuat kita tidak bahagia kendati kita dalam situasi yang membahagiakan.

Anda teringat dengan bahasan tentang self talk ya ! Betul, isilah selalu self-talk Anda dengan kata-kata yang bahagia. Rasakan pengaruh dari kata-kata yang Anda ucapkan baik terhadap orang lain maupun di dalam diri Anda sendiri dengan menggunakan kata-kata yang bernada bahagia. Menyenangkan bukan!

Adakah cara lain ? Ada! Bagi Anda yang memiliki pengalaman yang bahagia, bayangkanlah sekarang! Alami lagi kejadian yang membahagiakan Anda tersebut, lengkapi dengan sistem representasi. Anda boleh menutup mata bila nyaman buat Anda atau dengan mata terbuka bila Anda suka. Tataplah gambaran kebahagiaan dengan jelas, dengarkan suara-suara yang terdengar pada peristiwa tersebut dan nikmati rasa bahagianya!

Bila Anda ingin bergerak, bergeraklah! Meloncatlah bila itu dorongan dalam diri Anda atau apapun yang timbul dalam diri Anda, ikuti saja. Kemudian dengan cara yang Anda sukai dan tepat untuk Anda, perbesarlah rasa bahagia tersebut sambil menggenggam tangan kiri Anda. Nikmati beberapa saat kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata tersebut.

Bila sudah, Anda dapat istirahat sebentar dan Anda sudah membuat tombol kebahagiaan dengan tangan kiri Anda. Selamat! Kapanpun Anda ingin merasakan kebahagiaan yang sama, genggamlah tangan kiri Anda dan nikmati perasaan bahagia yang muncul.

sumber : bagian Sukses 8 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Representational System : Gerbang Akses Dunia

“Ketika sebuah pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun kita terlalu sering  melihat ke arah pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka bagi kita.”
Alexander Graham Bell
“Penemuan sejati bukanlah mencari lahan baru, tetapi melihat dengan cara pandang yang baru.”
Robert Schuller


 
Manusia merepresentasikan dunia luar ke dalam diri melalui panca indera yaitu Visual (penglihatan), Auditory (pendengaran), Kinesthetic (perabaan), Olfactory (penciuman), Gustatory (pengecapan).

RH Wiwoho pelopor NLP di Indonesia, dalam bukunya NLP in ACTION menulis kelima  system representasi di atas dimiliki oleh semua orang (dalam kondisi ‘normal’), namun setiap orang memiliki kecenderungan untuk mengkhususkan diri pada satu atau dua di antaranya.

System representasi yang sering digunakan disebut sebagai system representasi utama atau system yang disukai (preference system).

Bahasa adalah salah satu cara mendeteksi system representasi yang sedang digunakan seseorang. Kata-kata yang diucapkannya menjadi petunjuk untuk mengenali system representasi seseorang.

Berikut contoh-contoh kata dalam masing-masing representasi :

Visual ( V )                  : pandangan, bercahaya, penglihatan, melukiskan, gambaran, dst.
Auditori ( A )              : gema, memanggil, menyanyikan, keheningan, berbisik dst.
Kinesthetik ( K )         : lembut, empuk, tajam, halus, hangat dst.
Olfactori ( O )             : harum, aroma, menyengat baunya, udara segar dst.
Gustatori ( G )             : manis, tawar, pedas, asam, asin dst.

Secara alamiah, manusia umumnya hanya menggunakan satu atau dua representasi system representasi utama. Jarang sekali yang kelima representasi berkembang secara berimbang. Ada yang hanya representasi visualnya saja, kinestetiknya saja yang berkembang atau representasi visual-auditori saja; kinestetik-visual saja.

Anda sedang mengenali system representasi utama Anda ? Bila system representasi utama Anda adalah salah satu atau kombinasi di antara sistem tersebut, saran saya bagi Anda mulai sekarang mengembangkan setiap sistem representasi kelima-limanya dengan sama baiknya.

Mengembangkan system representasi secara lengkap akan meningkatkan kesadaran (awarenes ) Anda terhadap diri sendiri dan dunia. Kesadaran yang tinggi adalah langkah awal untuk menuju sukses dalam hidup dan gerbang bagi Anda yang mencari pencerahan.

Setiap kegiatan yang Anda lakukan, sadari secara penuh kelima indera yang bekerja dalam diri Anda. Secara bertahap Anda akan mengembangkan kemampuan mengenali sekeliling Anda dengan lebih luas. Kemampuan tersebut akan membantu Anda merespon dan bertindak terhadap dunia dengan lebih tepat.

Dunia di sekeliling kita penuh dengan banyak hal yang diakses bukan hanya dengan representasi tertentu. Hasil representasi Anda terhadap dunia akan membentuk peta realitas dalam pikiran Anda mengenai dunia. Apa yang ada di dalam pikiran Anda tidak selalu sama dengan dunia sebenarnya tergantung kepada peta yang Anda buat. Itulah yang dinamakan peta realitas yang berada di dalam pikiran Anda dan bukan kenyataan sebenarnya.

Mengakses sekeliling Anda dengan system representasi yang lengkap akan memperkaya informasi Anda terhadap dunia. Dengan demikian Anda memiliki peta realitas yang semakin luas dan semakin kaya model dunia yang ada di pikiran Anda. Peta realitas yang luas dan model dunia yang kaya  selanjutnya akan memperkaya pilihan dan mempermudah Anda dalam menjalani kehidupan.

Ayolah, sangat menyenangkan ! Anda bisa memulainya dengan membaca buku ini sambil mendengarkan musik instrumen, merasakan ketenangan duduk di tempat Anda sekarang, menikmati leganya udara yang Anda hirup dan rasa segarnya air putih yang Anda minum tadi.

Mungkin juga bagi Anda lebih nyaman mengembangkan satu persatu representasi system yang kurang berkembang sebelumnya. Misalnya representasi system Anda yang dominan adalah visual sementara yang lainnya kurang dominan. Anda dapat mengembangkan representasi auditori terlebih dahulu dengan sering memberdayakan atau memfokuskan indera pendengaran. Mungkin dengan mendengar radio atau musik lebih sering. Kemudian lanjutkan dengan mengembangkan representasi kinestetik, olfatori dan gustatori.  Setelah itu Anda menggabungkan penggunaan semua representasi system dalam setiap kegiatan Anda. 

sumber : bagian Sukses 6 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Rabu, 03 November 2010

Kisah Telaga Hati Seluas Samudera

“Tuhan berikanlah saya ketabahan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat saya ubah dan keberanian untuk mengubah hal yang dapat diubah dan kearifan untuk membedakan antara kedua hal tersebut.”
Reinhold Niebuhr
“Anda bukan tenggelam karena jatuh ke air, Anda tenggelam karena tinggal di dalamnya.”
Edwin Cole

 
Pada suatu hari datang seorang anak muda yang tengah dirundung banyak masalah pada seorang kakek bijak. Langkahnya gontai dan air muka yang muram. Tamu itu tampak sebagai seorang yang tidak bahagia.

Kala menceritakan semua masalahnya, pak tua bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Setelah itu ia mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam tersebut kegelas air dan diaduknya perlahan. Pak tua meminta anak muda meminumnya : “Coba minum air ini dan katakan bagaimana rasanya…”

“Asin. Asin sekali!”, jawab anak muda itu sambil memuntahkan air asin dari gelas itu.

Pak tua hanya tersenyum. Ia lalu mengajak anak muda itu berjalan ke tepi telaga di hutan dekat tempat tinggalnya. Sesampainya di telaga, pak tua kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang untuk mengaduk-aduk air telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat anak muda itu selesai mereguk air itu, pak tua bertanya kembali : “Sekarang bagaimana rasanya?”.

“Segar”, sahut anak muda itu. “Apakah kamu merasakan garam dalam air telaga itu?” tanya pak tua lagi. Anak muda ini menjawab : “Tidak”.
Dengan bijak orang tua berkata : “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang banyaknya. Jumlah dan rasa asin itu adalah sama antara yang ada dalam gelas dan yang ditabur dalam telaga”.

“Tetapi kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari tempat dimana kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semua itu. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”.

Pak tua itu kembali memberikan nasehatnya. “Hatimu adalah wadahmu. Perasaanmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan”.


sumber : bagian Sukses 5 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"