Kamis, 02 September 2010

Berkomunikasilah dengan Diri Sendiri !


“Anda mempengaruhi pikiran bawah sadar Anda dengan pengulangan kata-kata.”
W. Clement Stone
“Apa yang Anda pikirkan mengenai diri Anda jauh lebih penting daripada apa yang orang lain pikirkan mengenai Anda.”
Seneca


Deepak Chopra pernah mengatakan manusia dalam satu hari melakukan self-talk sebanyak 55.000 – 65.000 kali. Berita buruknya adalah 80 % dari self-talk tersebut isinya negatif. Anda mungkin mulai berpikir ini salah satu sumber yang melakukan sabotase terhadap rencana hidup Anda.

Kesadaran manusia terbagi atas bagian sadar (conscious) yang kekuatannya hanya 12 % dan  bawah sadar (subconscious) yang kekuatannya mencapai 88 %. Bayangkan saja kalau self-talk yang dilakukan di wilayah bawah sadar yang berkekuatan 88 % dengan isi 80 % self-talk yang negatif. Apapun yang Anda lakukan pencapaiannya hanya hal-hal negative dan merugikan.

Apa yang perlu Anda lakukan kalau begitu ? Secepat mungkin sadari dan amati self-talk yang Anda lakukan.  Setiap self-talk yang negatif, lakukan pembatalan ( cancel ) dan berikan self-talk positif yang bermanfaat.

 
Contoh self-talk negatif,  “Sudahlah, saya tidak mampu menyelesaikannya!”
Segera batalkan dengan self-talk positif, “Saya mampu menyelesaikannya dengan belajar hal baru untuk meningkatkan kemampuan”

Pakar motivasi bernama Neil Fiore, Ph.D. mengatakan self-talk positif,  “berbicara sendiri yang positif”  merupakan alat yang kuat untuk mengubah jalur secara mental sehingga kita menghadapi kesempatan-kesempatan belajar dengan kekuatan dan rasa percaya diri, dan pusat-pusat belajar di dalam pikiran kita terisi penuh dengan daya serta bekerja secara optimal.

Selanjutnya rajin-rajinlah berbicara dengan diri Anda sendiri, terutama hal-hal yang mendukung pencapaian hidup Anda. Anda merasa aneh dan hanya berbicara dengan orang lainlah yang “normal”? Tenang, kalau Anda sudah membiasakan berbicara dengan diri sendiri, Anda akan memetik banyak manfaat. Daripada membiarkan diri Anda melakukan self-talk yang tidak terkontrol, iya kan ?

Itu baru berbicara, belum berkomunikasi dengan diri sendiri. Lho, memang beda ? Iya, berbicara hanya sebatas bicara. Yang dimaksud dengan berkomunikasi bukanlah sebatas bicara tapi apa yang Anda harapkan dari pembicaraan tersebut tercapai itulah yang dinamakan komunikasi.

Dengan kata lain dalam melakukan komunikasi, Anda ( diwakili oleh conscious) harus memperlakukan diri Anda (diwakili oleh subconscious) sebagai mitra yang sejajar. Dalam berbicara Anda sebagai conscious bisa saja berbantah atau bahkan mengintimidasi subconscious Anda.


Dalam berkomunikasi, conscious harus bermitra dengan baik dengan subconscious. Hasil pembicaraan yang dilakukan adalah atas kesepakatan yang bermanfaat bagi diri Anda. Anda pernah mendengar “Musuh terbesar adalah diri sendiri” dan komunikasi yang baik antara conscious dan subconcious akan menjadikan “Sahabat terbaik adalah diri sendiri”.

Subconscious adalah hasil proses dari manusia sejak bayi, keluarga, pendidikan, lingkungan, pergaulan dengan teman, idola, tokoh dan semua hal yang diakses seseorang. Hal ini berarti subconscious dapat berisi hal-hal yang merugikan dan tidak bermanfaat.

Untuk menggantikan isi atau program negatif pada subconsious Anda dapat  berlatih dan membuat kebiasaan untuk berkomunikasi dengan diri Anda sesering mungkin. Anda akan mulai mengenali dan memahami diri Anda dengan lebih baik.

Lakukan dengan hal-hal yang sederhana terlebih dahulu, seperti meminta subconcsious Anda membangunkan Anda pada jam yang Anda inginkan. Pada saat Anda akan tidur sampaikan keinginan Anda dan tunggu responnya. Respon tersebut bisa berupa kata-kata, gambaran saja atau sensasi tertentu di tubuh Anda.

Bila berupa kata-kata mungkin mudah Anda pahami, namun untuk gambaran atau sensasi tertentu mungkin Anda tidak mengerti.  Anda bisa bertanya lagi untuk memastikan maksudnya. Apabila hasilnya seperti yang Anda harapkan, diri Anda sudah mulai menerima komunikasi Anda. Lakukan untuk hal-hal yang lain lagi seperti semangat tinggi pada saat bangun pagi, motivasi belajar yang tinggi dan lain-lain.

Setiap komunikasi yang Anda lakukan, sampaikan terima kasih yang tulus untuk sub-concsious Anda atas respon dan supportnya yang baik. Demikian juga setiap malam sebelum tidur, sampaikan terima kasih kepada tubuh Anda sendiri sehingga tubuh Anda bersedia terus berkomunikasi dengan diri Anda.

Kesadaran diri Anda baik bagian sadar ( conscious ) maupun bawah sadar ( subconscious ) pada dasarnya adalah diri Anda yang membutuhkan perhatian dari Anda sendiri. Mereka adalah bagian diri Anda yang telah melakukan banyak hal untuk Anda dan menjaga diri Anda. Dengan memberikan perhatian yang baik entah itu berterima kasih, mendengarkan hal-hal yang disampaikan dan lain-lain membuat kesadaran Anda akan terus menerus memberikan yang terbaik dalam kehidupan Anda.

Artikel ini bagian dari Sukses 7 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS" dimuat untuk memperjelas artikel Tips Turunkan Berat Badan Mudah Dengan “Self Talk”


Senin, 30 Agustus 2010

PENDAHULUAN buku "You are the Real Personal Success"


Setiap orang memberi makna yang berbeda-beda tentang sukses. Ada yang memaknakan sukses sebagai memiliki uang banyak, harta berlimpah atau menjadi kaya raya. Zig Ziglar mengatakan sukses adalah "mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang – dan semua hal yang tak bisa dibeli oleh uang. Anda bisa membeli kasur, tapi Anda tak bisa membeli tidur yang nyenyak."

Saya menemukan ada orang yang tidak ingin sukses bila merujuk pada makna di atas. Ada yang menginginkan hidup yang biasa saja tanpa keuangan yang berlebih. Anda bisa membantah melalui definisi Zig Ziglar bahwa sukses juga terkait dengan hal selain uang. Namun karena Zig Ziglar mengatakan “semua  hal” di mana dalam kenyataan saya banyak bertemu orang yang tidak menginginkan semua hal atau banyak hal. Ada orang-orang yang memiliki keinginan yang relatif sedikit bahkan keinginan yang sederhana.

Saya tidak bermaksud menyalahkan definisi Zig Ziglar, karena dulu saya juga memegang definisi yang sama. Dengan menggunakan definisi tersebut ketika bertemu orang-orang yang tidak ingin uang banyak, harta berlimpah atau menjadi kaya raya, banyak hal atau semua hal, membuat saya bertanya pada diri sendiri “Masa sih orang ini tidak ingin sukses?”

Belakangan saya menyadari sebenarnya ‘sukses’ tidak harus mengikuti definisi orang lain dan setiap orang dapat membuat definisi atau makna sendiri-sendiri. Saya membuat definisi sukses secara sederhana sebagai pencapaian seseorang atas tujuannya.  Dengan definisi ini, saya tidak lagi bertemu orang yang tidak ingin sukses karena setiap orang memiliki tujuannya masing-masing yang berbeda dengan orang lain.

Ada yang memiliki tujuan memperoleh penghasilan tertentu, mendapat jabatan tertentu, mengelola usaha, menjadi olahragawan, seniman dan sebagainya. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan tujuannya ? Pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk mencapai sukses. Buku ini mengantarkan menuju sukses Anda melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming ( NLP ).
Mengapa melalui NLP ? NLP tercipta karena pertanyaan mendasar dari salah satu penciptanya,  Richard Bandler yaitu “mengapa seseorang bisa sukses, sementara orang lain tidak ?”. Richard Bandler mencari jawabannya bersama John Grinder dengan melakukan penelitian.  Dari penelitian mereka menghasilkan jawaban bahwa orang-orang yang sukses dalam meraih keberhasilannya memiliki perilaku yang nyaris sama dalam hal strategi-strateginya. Semua strategi itu dikodifikasikan dan dimodelkan sehingga dapat ditiru/dimodel oleh orang lain yang ingin sukses.

Penelitian awal Richard Bandler dan John Grinder  terhadap beberapa orang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam melakukan perubahan kepada orang lain, mereka ini adalah : Fritz Perls seorang pakar Gestalt Therapy, Virginia Satir seorang Family Therapist, Gregory Bateson, pakar antropologi dan Milton H. Erickson, seorang Hypnotherapist. Penelitian terhadap tokoh-tokoh ini, menghasilkan formulasi awal dari NLP yaitu di seputar metodologi untuk memodel keistimewaan orang lain (Human Excellence).

Sampai sekarang NLP telah memberikan manfaat bagi  banyak orang secara luas untuk mencapai keberhasilan dan keunggulan di bidangnya. Di luar negeri mereka yang menggunakan NLP mencapai sukses dalam hidup adalah Anthonny Robbins, Michael Jordan, Tiger Wood, Andre Agassi, Bill Clinton, Lady Di, Nelson Mandela dan lain-lain.

Di Indonesia banyak trainer membawa orang-orang menuju sukses dengan NLP yaitu R.H. Wiwoho, Ronny F. Ronodirdjo, Hingdranata Nikolay, Abdul Aziez, Waidi Akbar, Anthony Dio Martin, Mariani Ng, Tung Desem Waringin, Krishnamurti dan lain-lain.


Untuk mencapai sukses yang Anda inginkan, Anda perlu mengenali diri Anda terlebih dahulu dan melakukan transformasi diri yang dibutuhkan untuk percepatan serta kemudahan dalam melangkah menuju sukses. Buku ini dengan pendekatan NLP akan mengantarkan Anda mengatasi kelemahan yang ada dan memantapkan kekuatan diri Anda.

Buku ini menemani Anda menuju sukses yang Anda inginkan melalui NLP dengan mudah dan relatif cepat. Anda akan menemui pemaparan dengan bahasa yang  ringan dan mudah dipahami. Kemudian Anda mendapatkan manfaat yang terbaik dari buku setelah membacanya dengan cara yang Anda sukai dalam kondisi relaks. Selamat Anda telah memutuskan menjadi pribadi sukses sejati dalam perjalanan menuju kesuksesan yang mencerahkan !


salam sukses dan selamat memBaca,




Yosandy L. S.




Rabu, 18 Agustus 2010

Mentokkanlah Karir Anda Setinggi Langit !


Dalam perjalanan bekerja di beberapa perusahaan selama belasan tahun ini, saya banyak menemukan karyawan yang karirnya mentok. Tak sedikit karyawan yang bekerja belasan tahun bahkan puluhan tahun bekerja di posisi yang tidak jauh berbeda sejak awal bekerja. Di salah satu perusahaan saya bahkan menemukan banyaknya karyawan yang pensiun sebagai staff biasa padahal masa kerjanya mencapai dua puluh bahkan tiga puluh satu bekerja di perusahaan tersebut.

Hal itu menggelitik hati saya karena ternyata sebagian besar dari karyawan tersebut mengeluh dengan kondisinya. Sebagian lagi lebih banyak pasrah karena menganggap tidak
mampu berbuat lebih untuk mencapai karir yang lebih baik walaupun mereka menginginkannya. Kebanyakan karyawan menginginkan karir yang lebih baik karena erat hubungannya dengan gaji atau penghasilan yang diperoleh. Apalagi tuntutan kebutuhan hidup yang semakin lama semakin besar.

Apa yang menyebabkan karyawan-karyawan tersebut mentok karirnya ? Saya menggali informasi dari mereka dan mendapatkan jawaban-jawaban antara lain :

  • Pendidikan tidak mendukung
  • Tidak pintar atau kecerdasan terbatas
  • Saya sudah bekerja dengan keras
  • Atasan tidak memberikan kesempatan
  • Perusahaan ini aturannya ketat untuk promosi

Banyak fakta dengan mudah ditemukan dan mematahkan jawaban-jawaban tersebut bahwa itu terkesannya menjadi alasan belaka. Namun tulisan saya ini tidak akan membahas hal-hal tersebut. Saya ingin menulis dari hasil pengamatan saya, bagaimana karyawan tersebut karirnya sampai mentok ?

Banyak dari mereka yang awal bekerja tidak mempersiapkan dirinya dengan baik. Saya banyak menemukan orang-orang yang masih sekolah atau kuliah tidak memiliki rencana, apa pekerjaan yang mereka inginkan ? Masih banyak siswa-siswa yang sekolah karena mengikuti perintah orang tua atau ikut teman-temannya. Banyak juga mahasiswa yang mengambil kuliah juga karena perintah orang tuanya, ikut teman-temannya atau pa
ling banter berasumsi bahwa kuliah yang diikutinya akan mendukungnya kelak bila bekerja.

Belum lagi persoalan bahwa pendidikan yang ada di Indonesia masih banyak yang belum banyak mempersiapkan peserta didiknya untuk siap di dunia kerja. Bahwa masih besarnya perbedaan dunia pendidikan dan dunia kerja, antara teori dan praktek.

Banyak dari mereka yang akan masuk dunia bekerja ketika melamar sekedar melamar saja. Mereka mengirimkan lamaran-lamaran ke mana saja, yang penting diterima bekerja. Tak sedikit surat lamaran berisi “mengisi posisi apappun yang tersedia” alias “any position” dalam bahasa latinnya hehehe.

Di satu sisi, kondisi ini dapat dipahami terutama mereka yang karena desakan ekonomi harus segera mendapatkan pekerjaan untuk kebutuhan hidup. Di sisi lain, alasan ini kebanyakan menyebabkan banyak karyawan terjebak pada kondisi nyaman atau “comfort zone”, tidak berani beresiko untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Kata mereka "Toh, sudah ada pekerjaan dan penghasilan."

Saya ingin mengatakan persoalan karir mentok, mungkin dikarenakan tidak membuat rencana pada awalnya. Lagipula kalaupun karir mentok, jangan mentokkan setinggi jemuran atau setinggi plafon kantor Anda hehehehe... MENTOKKANLAH KARIR ANDA SETINGGI LANGIT !


Bagi sahabat pembaca yang masih sekolah/kuliah atau memiliki keluarga atau teman yang masih sekolah/kuliah, sebaiknya :

  1. Buatlah rencana sedini mungkin setelah sekolah/kuliah, apa kegiatannya nanti ? Bekerja atau usaha ? Buatlah rencana jangka pendek, menengah dan panjang termasuk karir Anda di dalamnya.
  2. Pekerjaan/usaha apa yang akan dijalankan ? Buatlah beberapa alternatif pilihan.
  3. Pikirkan dasar yang kuat untuk setiap alternatif pilihan yang dibuat. Untuk tujuan apa pilihan itu dibuat ?
  4. Fokus pada persiapan untuk merealisasikan alternatif nomor 1.
  5. Gali dan berdayakan potensi untuk persiapan masuk dunia kerja/usaha termasuk meraih nilai pendidikan setinggi-tingginya.

Bagi sahabat pembaca yang sedang bekerja dan menginginkan jenjang karir tertentu, sebaiknya :

  1. Apakah Anda sudah membuat rencana karir Anda ? Evaluasi apakah sudah memenuhi unsur specific, measurement, achievable, reasonable and time base (SMART) ?
  2. Tingkatkan motivasi yang kuat untuk merealisasikan setiap rencana karir Anda, jangka pendek, menengah dan panjangnya.
  3. Pembelajaran melalui training, baca buku, memodel dari orang sukses dan lain-lain.
  4. Gali dan berdayakan potensi diri Anda yang lebih besar.
  5. Komitmen, konsisten dan fleksibel dalam setiap tindakan merealisasikan rencana Anda.


Semangat lebih sukses lagi !