Rabu, 18 Agustus 2010

Mentokkanlah Karir Anda Setinggi Langit !


Dalam perjalanan bekerja di beberapa perusahaan selama belasan tahun ini, saya banyak menemukan karyawan yang karirnya mentok. Tak sedikit karyawan yang bekerja belasan tahun bahkan puluhan tahun bekerja di posisi yang tidak jauh berbeda sejak awal bekerja. Di salah satu perusahaan saya bahkan menemukan banyaknya karyawan yang pensiun sebagai staff biasa padahal masa kerjanya mencapai dua puluh bahkan tiga puluh satu bekerja di perusahaan tersebut.

Hal itu menggelitik hati saya karena ternyata sebagian besar dari karyawan tersebut mengeluh dengan kondisinya. Sebagian lagi lebih banyak pasrah karena menganggap tidak
mampu berbuat lebih untuk mencapai karir yang lebih baik walaupun mereka menginginkannya. Kebanyakan karyawan menginginkan karir yang lebih baik karena erat hubungannya dengan gaji atau penghasilan yang diperoleh. Apalagi tuntutan kebutuhan hidup yang semakin lama semakin besar.

Apa yang menyebabkan karyawan-karyawan tersebut mentok karirnya ? Saya menggali informasi dari mereka dan mendapatkan jawaban-jawaban antara lain :

  • Pendidikan tidak mendukung
  • Tidak pintar atau kecerdasan terbatas
  • Saya sudah bekerja dengan keras
  • Atasan tidak memberikan kesempatan
  • Perusahaan ini aturannya ketat untuk promosi

Banyak fakta dengan mudah ditemukan dan mematahkan jawaban-jawaban tersebut bahwa itu terkesannya menjadi alasan belaka. Namun tulisan saya ini tidak akan membahas hal-hal tersebut. Saya ingin menulis dari hasil pengamatan saya, bagaimana karyawan tersebut karirnya sampai mentok ?

Banyak dari mereka yang awal bekerja tidak mempersiapkan dirinya dengan baik. Saya banyak menemukan orang-orang yang masih sekolah atau kuliah tidak memiliki rencana, apa pekerjaan yang mereka inginkan ? Masih banyak siswa-siswa yang sekolah karena mengikuti perintah orang tua atau ikut teman-temannya. Banyak juga mahasiswa yang mengambil kuliah juga karena perintah orang tuanya, ikut teman-temannya atau pa
ling banter berasumsi bahwa kuliah yang diikutinya akan mendukungnya kelak bila bekerja.

Belum lagi persoalan bahwa pendidikan yang ada di Indonesia masih banyak yang belum banyak mempersiapkan peserta didiknya untuk siap di dunia kerja. Bahwa masih besarnya perbedaan dunia pendidikan dan dunia kerja, antara teori dan praktek.

Banyak dari mereka yang akan masuk dunia bekerja ketika melamar sekedar melamar saja. Mereka mengirimkan lamaran-lamaran ke mana saja, yang penting diterima bekerja. Tak sedikit surat lamaran berisi “mengisi posisi apappun yang tersedia” alias “any position” dalam bahasa latinnya hehehe.

Di satu sisi, kondisi ini dapat dipahami terutama mereka yang karena desakan ekonomi harus segera mendapatkan pekerjaan untuk kebutuhan hidup. Di sisi lain, alasan ini kebanyakan menyebabkan banyak karyawan terjebak pada kondisi nyaman atau “comfort zone”, tidak berani beresiko untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Kata mereka "Toh, sudah ada pekerjaan dan penghasilan."

Saya ingin mengatakan persoalan karir mentok, mungkin dikarenakan tidak membuat rencana pada awalnya. Lagipula kalaupun karir mentok, jangan mentokkan setinggi jemuran atau setinggi plafon kantor Anda hehehehe... MENTOKKANLAH KARIR ANDA SETINGGI LANGIT !


Bagi sahabat pembaca yang masih sekolah/kuliah atau memiliki keluarga atau teman yang masih sekolah/kuliah, sebaiknya :

  1. Buatlah rencana sedini mungkin setelah sekolah/kuliah, apa kegiatannya nanti ? Bekerja atau usaha ? Buatlah rencana jangka pendek, menengah dan panjang termasuk karir Anda di dalamnya.
  2. Pekerjaan/usaha apa yang akan dijalankan ? Buatlah beberapa alternatif pilihan.
  3. Pikirkan dasar yang kuat untuk setiap alternatif pilihan yang dibuat. Untuk tujuan apa pilihan itu dibuat ?
  4. Fokus pada persiapan untuk merealisasikan alternatif nomor 1.
  5. Gali dan berdayakan potensi untuk persiapan masuk dunia kerja/usaha termasuk meraih nilai pendidikan setinggi-tingginya.

Bagi sahabat pembaca yang sedang bekerja dan menginginkan jenjang karir tertentu, sebaiknya :

  1. Apakah Anda sudah membuat rencana karir Anda ? Evaluasi apakah sudah memenuhi unsur specific, measurement, achievable, reasonable and time base (SMART) ?
  2. Tingkatkan motivasi yang kuat untuk merealisasikan setiap rencana karir Anda, jangka pendek, menengah dan panjangnya.
  3. Pembelajaran melalui training, baca buku, memodel dari orang sukses dan lain-lain.
  4. Gali dan berdayakan potensi diri Anda yang lebih besar.
  5. Komitmen, konsisten dan fleksibel dalam setiap tindakan merealisasikan rencana Anda.


Semangat lebih sukses lagi !



2 komentar:

  1. nice info and blog :D

    Kami Rumah Puspa merupakan lembaga yang bergerak di bidang Trainning dan Konsultasi dan di bidang Course and Stages. Silahkan kunjungi blog kami :)

    BalasHapus
  2. makasih atas kunjungan Rumah Puspa, segera ke TKP !

    BalasHapus