Sabtu, 06 November 2010

Lima Satria Utama HATI

“Orang yang percaya, yakin, dan bijak mempunyai mata lahir dan mata batin. Ia melihat semua ciptaan-Nya di bumi dengan mata lahirnya dan melihat semua ciptaan-Nya di langit dengan mata hatinya.”
Abdul Qadir Al-Jailani
“… pancaindra manusia bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap dunia luar. Tetapi yang lebih menakjubkan adalah hatinya yang berjendela terbuka (ke dalam) ke arah dunia gaib yang tak kasatmata; di mana sesekali ia bisa menerima isyarat tentang masa depannya.”
Al-Ghazali



Syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cinta adalah lima kekuatan emosi yang memiliki vibrasi tertinggi yang positif. Dengan lima emosi positif ini, Anda dapat mengaktifkan law of attraction (hukum tarik menarik) dengan kekuatan penuh dalam diri Anda. Rhonda Byrne dalam bukunya yang fenomenal The Secret, menulis bahwa hukum tarik menarik adalah hukum penciptaan. Para ahli fisika kuantum mengatakan pada kita bahwa seluruh Semesta muncul dari pikiran! Anda menciptakan hidup Anda melalui pikiran-pikiran Anda dan hukum tarik-menarik.

Hukum tarik menarik bekerja ketika Anda memikirkan sesuatu dan Anda menarik pikiran-pikiran serupa dari Semesta ke diri Anda. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan terwujud dalam hidup Anda. Sementara Anda menggabungkan fokus pikiran Anda dengan syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cinta maka diri  Anda menjadi kekuatan magnet yang luar biasa.

Anda pernah melakukannya dan belum berhasil ? Anda pernah berhasil tetapi hanya menarik hal-hal yang tidak signifikan ? Anda tidak bisa sekedar memikirkan sesuatu yang besar dan mengharapkannya terwujud begitu saja.

Untuk menarik hal-hal yang besar Anda memerlukan kekuatan yang lebih besar dan mengaktifkannya dengan meletakkan lima emosi positif tertinggi pada tempat yang tepat. Anda bisa memancarkan syukur, ikhlas dan cinta adalah kekuatan emosi postif dengan vibrasi tertinggi. Semakin besar Anda memancarkannya, Anda memperoleh kekuatan yang semakin besar juga.

Namun Anda tidak dapat memancarkannya hanya dengan memikirkannya. Anda tidak bisa mengaktifkan kekuatan tersebut hanya dengan berpikir Anda sudah bersyukur, berpikir bagaimana ikhlas, berpikir bentuk damai,  berpikir mendapatkan bahagia atau berpikir Anda sudah memiliki cinta. Bukan itu !

Syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cinta tidak memiliki kekuatan bila hanya berada di pikiran. Anda harus meletakkannya di HATI Anda, dan itu sebabnya saya memberikan mereka gelar sebagai lima satria utama HATI. Sempat penasaran ya ! Merekalah lima satria utama yang memimpin emosi-emosi positif lainnya seperti tenang, sabar, antusias, senang dan lain-lain. 

Sekarang letakkan para satria di jantung Anda ( tahu maksud saya, bukan ! ) dan rasakan gerakan emosinya. Raba dada dengan tangan Anda dan rasakan sensasi nyaman yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, menyebar ke seluruh tubuh dan memancar keluar diri Anda. Luar biasa !



Lima satria HATI adalah kekuatan yang sudah dianugerahkan Tuhan Maha Pencipta di dalam diri Anda. Anda tidak perlu mencarinya di luar diri Anda. Banyak orang di luar sana yang bersyukur dan kalau memperoleh sesuatu, ikhlas karena berharap mendapat sesuatu, mencari damai ke mana-mana, menerima cinta baru memberikannya. Itu justru membuat orang-orang tersebut hidup dalam penderitaan.

Justru memulai dengan diri yang penuh syukur, ikhlas, damai, bahagia dan cintalah yang membuat Anda mencapai lebih banyak hal di dunia ini. Lakukan tanpa perlu alasan dan dengan kesadaran penuh bahwa lima satria HATI itu sudah ada di dalam diri Anda, tak perlu mencarinya ke mana-mana. Dan Anda mulai menyadari hidup itu mudah dan hal-hal terbaik mendatangi Anda terus menerus. 

Khusus mengenai bahagia tanpa perlu  alasan, Hingdranata Nikolay seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP™ menuliskan secara lengkap dalam bukunya yang berjudul Be Happy ! Get What You Want. Dalam salah satu bab buku tersebut membahas bahwa bahasa tidak saja hasil dari pikiran. Bahasa juga mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Kebahagiaan dan pencapaian yang kita inginkan juga tergantung pada bahasa yang kita gunakan.

Orang bahagia punya bahasa yang berbeda, yang terucap di dalam pikiran mereka atau keluar dalam percakapan: Bahasa orang bahagia! Kata-kata tertentu bisa memicu bayangan atau perasaan bahagia, kendati kita dalam situasi sebaliknya. Dan kata-kata tertentu lainnya bisa membuat kita tidak bahagia kendati kita dalam situasi yang membahagiakan.

Anda teringat dengan bahasan tentang self talk ya ! Betul, isilah selalu self-talk Anda dengan kata-kata yang bahagia. Rasakan pengaruh dari kata-kata yang Anda ucapkan baik terhadap orang lain maupun di dalam diri Anda sendiri dengan menggunakan kata-kata yang bernada bahagia. Menyenangkan bukan!

Adakah cara lain ? Ada! Bagi Anda yang memiliki pengalaman yang bahagia, bayangkanlah sekarang! Alami lagi kejadian yang membahagiakan Anda tersebut, lengkapi dengan sistem representasi. Anda boleh menutup mata bila nyaman buat Anda atau dengan mata terbuka bila Anda suka. Tataplah gambaran kebahagiaan dengan jelas, dengarkan suara-suara yang terdengar pada peristiwa tersebut dan nikmati rasa bahagianya!

Bila Anda ingin bergerak, bergeraklah! Meloncatlah bila itu dorongan dalam diri Anda atau apapun yang timbul dalam diri Anda, ikuti saja. Kemudian dengan cara yang Anda sukai dan tepat untuk Anda, perbesarlah rasa bahagia tersebut sambil menggenggam tangan kiri Anda. Nikmati beberapa saat kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata tersebut.

Bila sudah, Anda dapat istirahat sebentar dan Anda sudah membuat tombol kebahagiaan dengan tangan kiri Anda. Selamat! Kapanpun Anda ingin merasakan kebahagiaan yang sama, genggamlah tangan kiri Anda dan nikmati perasaan bahagia yang muncul.

sumber : bagian Sukses 8 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Representational System : Gerbang Akses Dunia

“Ketika sebuah pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun kita terlalu sering  melihat ke arah pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka bagi kita.”
Alexander Graham Bell
“Penemuan sejati bukanlah mencari lahan baru, tetapi melihat dengan cara pandang yang baru.”
Robert Schuller


 
Manusia merepresentasikan dunia luar ke dalam diri melalui panca indera yaitu Visual (penglihatan), Auditory (pendengaran), Kinesthetic (perabaan), Olfactory (penciuman), Gustatory (pengecapan).

RH Wiwoho pelopor NLP di Indonesia, dalam bukunya NLP in ACTION menulis kelima  system representasi di atas dimiliki oleh semua orang (dalam kondisi ‘normal’), namun setiap orang memiliki kecenderungan untuk mengkhususkan diri pada satu atau dua di antaranya.

System representasi yang sering digunakan disebut sebagai system representasi utama atau system yang disukai (preference system).

Bahasa adalah salah satu cara mendeteksi system representasi yang sedang digunakan seseorang. Kata-kata yang diucapkannya menjadi petunjuk untuk mengenali system representasi seseorang.

Berikut contoh-contoh kata dalam masing-masing representasi :

Visual ( V )                  : pandangan, bercahaya, penglihatan, melukiskan, gambaran, dst.
Auditori ( A )              : gema, memanggil, menyanyikan, keheningan, berbisik dst.
Kinesthetik ( K )         : lembut, empuk, tajam, halus, hangat dst.
Olfactori ( O )             : harum, aroma, menyengat baunya, udara segar dst.
Gustatori ( G )             : manis, tawar, pedas, asam, asin dst.

Secara alamiah, manusia umumnya hanya menggunakan satu atau dua representasi system representasi utama. Jarang sekali yang kelima representasi berkembang secara berimbang. Ada yang hanya representasi visualnya saja, kinestetiknya saja yang berkembang atau representasi visual-auditori saja; kinestetik-visual saja.

Anda sedang mengenali system representasi utama Anda ? Bila system representasi utama Anda adalah salah satu atau kombinasi di antara sistem tersebut, saran saya bagi Anda mulai sekarang mengembangkan setiap sistem representasi kelima-limanya dengan sama baiknya.

Mengembangkan system representasi secara lengkap akan meningkatkan kesadaran (awarenes ) Anda terhadap diri sendiri dan dunia. Kesadaran yang tinggi adalah langkah awal untuk menuju sukses dalam hidup dan gerbang bagi Anda yang mencari pencerahan.

Setiap kegiatan yang Anda lakukan, sadari secara penuh kelima indera yang bekerja dalam diri Anda. Secara bertahap Anda akan mengembangkan kemampuan mengenali sekeliling Anda dengan lebih luas. Kemampuan tersebut akan membantu Anda merespon dan bertindak terhadap dunia dengan lebih tepat.

Dunia di sekeliling kita penuh dengan banyak hal yang diakses bukan hanya dengan representasi tertentu. Hasil representasi Anda terhadap dunia akan membentuk peta realitas dalam pikiran Anda mengenai dunia. Apa yang ada di dalam pikiran Anda tidak selalu sama dengan dunia sebenarnya tergantung kepada peta yang Anda buat. Itulah yang dinamakan peta realitas yang berada di dalam pikiran Anda dan bukan kenyataan sebenarnya.

Mengakses sekeliling Anda dengan system representasi yang lengkap akan memperkaya informasi Anda terhadap dunia. Dengan demikian Anda memiliki peta realitas yang semakin luas dan semakin kaya model dunia yang ada di pikiran Anda. Peta realitas yang luas dan model dunia yang kaya  selanjutnya akan memperkaya pilihan dan mempermudah Anda dalam menjalani kehidupan.

Ayolah, sangat menyenangkan ! Anda bisa memulainya dengan membaca buku ini sambil mendengarkan musik instrumen, merasakan ketenangan duduk di tempat Anda sekarang, menikmati leganya udara yang Anda hirup dan rasa segarnya air putih yang Anda minum tadi.

Mungkin juga bagi Anda lebih nyaman mengembangkan satu persatu representasi system yang kurang berkembang sebelumnya. Misalnya representasi system Anda yang dominan adalah visual sementara yang lainnya kurang dominan. Anda dapat mengembangkan representasi auditori terlebih dahulu dengan sering memberdayakan atau memfokuskan indera pendengaran. Mungkin dengan mendengar radio atau musik lebih sering. Kemudian lanjutkan dengan mengembangkan representasi kinestetik, olfatori dan gustatori.  Setelah itu Anda menggabungkan penggunaan semua representasi system dalam setiap kegiatan Anda. 

sumber : bagian Sukses 6 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Rabu, 03 November 2010

Kisah Telaga Hati Seluas Samudera

“Tuhan berikanlah saya ketabahan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat saya ubah dan keberanian untuk mengubah hal yang dapat diubah dan kearifan untuk membedakan antara kedua hal tersebut.”
Reinhold Niebuhr
“Anda bukan tenggelam karena jatuh ke air, Anda tenggelam karena tinggal di dalamnya.”
Edwin Cole

 
Pada suatu hari datang seorang anak muda yang tengah dirundung banyak masalah pada seorang kakek bijak. Langkahnya gontai dan air muka yang muram. Tamu itu tampak sebagai seorang yang tidak bahagia.

Kala menceritakan semua masalahnya, pak tua bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Setelah itu ia mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam tersebut kegelas air dan diaduknya perlahan. Pak tua meminta anak muda meminumnya : “Coba minum air ini dan katakan bagaimana rasanya…”

“Asin. Asin sekali!”, jawab anak muda itu sambil memuntahkan air asin dari gelas itu.

Pak tua hanya tersenyum. Ia lalu mengajak anak muda itu berjalan ke tepi telaga di hutan dekat tempat tinggalnya. Sesampainya di telaga, pak tua kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang untuk mengaduk-aduk air telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat anak muda itu selesai mereguk air itu, pak tua bertanya kembali : “Sekarang bagaimana rasanya?”.

“Segar”, sahut anak muda itu. “Apakah kamu merasakan garam dalam air telaga itu?” tanya pak tua lagi. Anak muda ini menjawab : “Tidak”.
Dengan bijak orang tua berkata : “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang banyaknya. Jumlah dan rasa asin itu adalah sama antara yang ada dalam gelas dan yang ditabur dalam telaga”.

“Tetapi kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari tempat dimana kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semua itu. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”.

Pak tua itu kembali memberikan nasehatnya. “Hatimu adalah wadahmu. Perasaanmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan”.


sumber : bagian Sukses 5 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"