Jumat, 19 November 2010

Tiga Pendekar Penegak Kepercayaan Diri


“Ke mana pun Anda pergi, apa pun cuacanya, selalu bawa terang mentari Anda.”
Anthony J. D’Angelo
“Hal-hal yang baik yang kita tanam pada akhirnya yang akan membangun kita.”
Jim Rohn

 
Saya adalah salah satu pengagum Oprah Winfrey, seorang Afro-Amerika pembawa acara talk show termahal sekaligus wanita terkaya di dunia. Salah satu kekaguman pada diri Oprah Winfrey adalah kepercayaan diri yang luar biasa. Apalagi menyimak latar belakang dirinya yang kurang beruntung sebelumnya, lahir dari ayah seorang mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur dan ibu seorang pembantu rumah tangga.

Oprah Winfrey hidup dengan neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Di usia 9 tahun mengalami perkosaan oleh saudara sepupu ibunya beserta  teman-temannya. Di usia 13 tahun Oprah hamil dan melahirkan namun bayinya meninggal kemudian. Sungguh luar biasa, seorang wanita dengan pengalaman seperti itu dapat bangkit bahkan sukses dalam hidupnya dengan penuh percaya diri.

Di sekitar kita masih sering kita menemukan orang yang kurang percaya diri. Kekurang percayaan diri ini menghambat kemajuan yang dilakukan seseorang. Untuk menumbuhkan  kepercayaan diri ini adalah membentuk dan melatih 3 pendekar dalam diri Anda. Apabila Anda membentuk dan melatih 3 pendekar ini dengan baik akan menumbuhkan kepercayaan diri yang baik.


Tiga pendekar yang saya maksud berdasarkan uraian Brian Tracy dalam bukunya Change Your Thinking Change Your Life  adalah self-ideal, self-image dan self-esteem. Self-ideal terdiri dari semua harapan, impian, visi dan idaman Anda. Orang yang memiliki self-ideal yang baik akan membentuk kepercayaan diri yang baik pula. Orang yang tahu siapa diri mereka dan apa yang dia yakini serta konsisten dengan nilai ideal yang dianut.

Self-image merupakan bagian yang menunjukkan bagaimana Anda melihat diri Anda dan pendapat Anda tentang diri Anda. Pada bagian ini Anda melihat ke dalam diri Anda dan menentukan bagaimana Anda sebaiknya bertingkah laku. Self-image akan mempengaruhi berbagai emosi, perilaku, sikap dan bagaimana interaksi Anda dengan orang lain. Untuk memiliki kepercayaan diri yang baik, Anda harus menciptakan self-image yang baik pula.

Self-esteem dapat dikatakan ‘inti reaktor’ kepribadian Anda. Self
- esteem adalah seberapa besar Anda mencintai diri Anda. Self-esteem menjadi sumber energi yang menentukan tingkat percaya diri Anda. Semakin Anda mencintai diri Anda akan semakin meningkatkan tingkat kepercayaan diri Anda.

Anda dapat memeriksa self-ideal saat ini, apakah self-ideal sudah sesuai harapan dan kebutuhan Anda ?  Anda dapat mengetahuinya dari dampak self-ideal pada kehidupan Anda. Anda dapat menata ulang self-ideal sehingga membawa dampak yang positif dalam kehidupan Anda. Bingkai ulang harapan, impian, visi dan idaman yang dapat mendorong Anda menuju kehidupan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Hal yang sama juga terhadap self-image yang ada selama ini, Anda menilai kembali apakah self-image tersebut sudah baik menunjang kegiatan Anda sehari-hari ? Anda dapat memodel tokoh yang Anda kagumi dalam membentuk self-image yang baru. Bagaimana self-image tokoh tercermin dalam perilakunya yang baik dapat menjadi model Anda. 


Apakah juga Anda mencintai diri Anda dengan takaran yang tepat, perlu Anda evaluasi kembali ? Takaran yang kurang akan berpengaruh pada rendahnya kepercayaan diri, sebaliknya takaran yang berlebih dapat menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan (over confident). Orang bijak mengatakan cintailah dirimu seperti Anda mencintai orang lain.

Anda dapat menfokuskan diri untuk menerima dan mencintai diri Anda sesuai self-ideal, self-image dan self-esteem  yang bermanfaat. Setelah itu Anda perlu  menambahkan kemampuan diri Anda dan mengembangkan diri melalui pembelajaran  secara terus menerus. Dengan demikian kepercayaan diri Anda akan terus menerus tumbuh dan berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembangnya self-ideal, self-image dan self-esteem Anda

sumber : bagian Sukses 14 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Membaca, membaca dan membaca !

“Suatu benda tidaklah terbuat dari benda lainnya, melainkan terbuat dari pendapat, prasangka, dan informasi.”
Fred Alan Wolf, Ph.D

“Kebaikan adalah bahasa yang dapat membuat yang tulis mendengar dan yang buta membaca.”
Mark Twain

 

Brian Tracy dalam bukunya Change Your Thinking Change Your Life mengatakan agar berpenghasilan lebih banyak, Anda harus belajar lebih banyak. Dan jika uang adalah persoalan Anda karena banyak prioritas lain dalam hidup Anda maka cara belajar paling murah adalah membaca buku. Tentu bila Anda ingin mendapatkan manfaat belajar yang lain, ada baiknya Anda menabung dan mengikuti pelatihan-pelatihan yang menunjang pencapaian outcome Anda. Anggaplah dana yang Anda keluarkan untuk pelatihan adalah investasi untuk kesuksesan Anda.

Membaca buku dapat menjadi investasi termurah dalam belajar dan meningkatkan kompetensi Anda. Bisa gratis bila Anda meminjamnya dari teman, perpustakaan atau sekedar membaca di toko di pusat pertokoan. Saya melakukannya tahun-tahun awal saya bekerja dan saya benar-benar tidak memiliki dana untuk membeli buku walaupun membutuhkannya waktu itu.

Sepulang bekerja saya sering ke toko buku hanya untuk membaca buku-buku di sana. Walaupun harus berjalan kaki dari terminal ke toko buku dan kembali berjalan pulang dari toko buku ke rumah karena ongkos kendaraan hanya cukup untuk berangkat dan pulang kerja. Tak jarang di toko buku saya harus kucing-kucingan dengan karyawan toko buku karena kelelahan selepas kerja sehingga pada saat membaca buku seringkali saya membaca sambil duduk di lantai. Akibatnya ditegur karena memang tidak diijinkan untuk membaca sambil duduk di lantai.

Namun karena kebutuhan untuk pekerjaan waktu itu, semuanya saya lakukan dan saya mendapatkan manfaat yang banyak. Kompetensi bertambah, wawasan luas dan pekerjaan jadi lancar. Di masa sekarang, saat kondisi keuangan yang baik saya membalasnya dengan menyediakan anggaran buku. Dalam dua tahun terakhir, saya rata-rata membeli 200-an  buku baru per tahun.

Menurut Brian Tracy, jika Anda membaca satu jam saja dalam sehari, kira-kira dalam seminggu Anda akan dapat membaca satu buku. Satu buku dalam seminggu berarti kira-kira 50 buku dalam setahun. Lima puluh buku dalam setahun kira-kira 500 buku dalam 10 tahun ke depan. Paling sedikit Anda harus memiliki sebuah rumah yang lebih besar untuk dapat menampung semua buku itu. Namun, pada saat itu, kemungkinan Anda sudah akan mampu memiliki rumah yang sebesar itu.

Motivator lain, Anthony Robbins mengatakan  bahwa “kesuksesan meninggalkan petunjuk” dan buku adalah salah satu jejak petunjuk kesuksesan dari penulisnya. Seorang penulis menuliskan buku berdasarkan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki dengan masa sekurang-kurangnya 10 tahun. Itu artinya dengan membaca karyanya, Anda mengikuti jejak yang telah dilaluinya minimal 10 tahun. Nilai pengalaman dan kemampuan 10 tahun melewati keberhasilan yang tinggal Anda ikuti dan menghindari kegagalan yang dialaminya. Hal yang tentu sangat berharga dan bermanfaat!
Membaca dapat dikatakan proses pengembangan diri dengan biaya yang murah. Saya masih sering menemukan orang-orang yang memiliki keinginan membaca tetapi tidak melakukannya karena merasa daya tangkapnya kurang dan lambat dalam membaca buku. Anda telah membaca sampai halaman ini dan masih mengingat tentang keajaiban otak bukan ?

Dengan menyadari betapa luar biasanya kemampuan otak Anda, Anda dapat belajar dari membaca dengan baik dan yakin terhadap kemampuan betapa cepatnya otak Anda memahami suatu bacaan. Peganglah terus kesadaran dan keyakinan bahwa Anda diciptakan dengan otak yang luar biasa sehingga membaca adalah hal yang sederhana namun membawa manfaat yang besar.

Selain itu, Anda dapat menjadi manusia pembelajar dan belajar dari waktu ke waktu sehingga kemampuan Anda pun terus meningkat. Di atas telah saya sampaikan, Anda dapat berinvestasi dalam pelatihan. Mengikuti pelatihan memiliki manfaat yang lain dari membaca. Anda dapat belajar secara langsung dari pelatih Anda dan memperoleh masukan yang Anda butuhkan. Anda dapat mendiskusikan secara langsung hal-hal yang belum jelas.

Saya pernah mendapat keluhan dari beberapa karyawan mengenai atasannya yang berhenti belajar dan tidak menguasai kemampuan komputer untuk hal yang sederhana sekalipun. Berhubung atasan tersebut seorang manajer dan sudah senior maka anak buahnya hanya tunduk bila diperintahkan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan sendiri.

Di pihak lain, saya sering mendapatkan kenyataan banyak tokoh di Indonesia yang  luar biasa dengan kemampuan istimewa masih terus belajar dan mengikuti pelatihan. Tak kurang ada motivator, trainer terkemuka, rektor bahkan banyak juga pebisnis. Mereka benar-benar menunjukkan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” dan keliling dunia Australia, Asia, Eropa atau Amerika untuk terus mengembangkan diri. Sungguh mengagumkan dan tak heran prestasi para tokoh tersebut sungguh istimewa dengan kehidupan yang sukses juga!

sumber : bagian Sukses 13 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

Kamis, 11 November 2010

Prinsip 1 % Sehari


“Jika Anda tidak perlu berusaha, Anda tidak akan mengetahui kekuatan Anda.”
Matt Reeves
“Lift untuk mencapai kesuksesan sedang rusak. Anda harus menggunakan tangga… satu anak tangga demi satu anak tangga.”
Joe Girard

 

Saya terinspirasi menulis artikel ini dari salah satu karyawan administrasi departemen saya di salah satu perusahaan tempat saya bekerja. Di perusahaan tersebut menggunakan karyawan outsourcing, salah satunya untuk support pekerjaan administrasi. Pada waktu itu karyawan mendapatkan kartu pengenal baru ( ID card ) untuk karyawan outsourcing maupun permanen. Untuk kartu pengenal karyawan outsourcing hanya tertera nomor induk karyawan dan tulisan besar OUTSOURCING.

Karyawan saya itu, sebut saja Tari ( bukan nama sebenarnya he3x) mengatakan “Pak, kasihan ya kami yang outsourcing ini, sudah statusnya menyedihkan malah di ID Card tertulis OUTSOURCING, besar-besar lagi. Kan malu Pak!” Bagi sebagian orang status karyawan permanen penting dan membanggakan mereka.

Tulisan ini bukan bertujuan untuk masuk pada persoalan pro dan kontra OUTSOURCING, tetapi ajakan untuk memberdayakan mereka yang motivasinya terpengaruh karena statusnya sebagai karyawan outsourcing. Banyak orang yang mencari pekerjaan karena kebutuhan ekonomi sehingga pada awalnya mereka tidak mementingkan status outsourcing. Sebagai karyawan outsourcing, mereka bekerja dengan was-was karena masa kerja mereka sebatas jangka kontrak. Entah itu 6 bulan atau 1 tahun.

Bila prestasi mereka baik bisa diperpanjang kontraknya paling lama 3 tahun atau total 5 tahun setelah jeda 1 bulan. Beberapa yang mendapat kesempatan karena ada kebutuhan perekrutan karyawan tetap dan prestasi mereka baik. Namun umumnya setelah 3 tahun, mereka harus mencari pekerjaan baru karena tidak diperpanjang kontraknya. Ini penyebab utama kekuatiran karyawan outsourcing.

Kepada Tari, saya memberikan motivasi dan mengajarinya mengenai beberapa hal termasuk  well-formed outcome. Yang perlu Tari lakukan adalah tetap melakukan pekerjaannya sebagai karyawan outsourcing dengan prestasi yang baik sambil menyiapkan diri untuk menjadi karyawan permanen  dengan posisi yang dia inginkan sesuai kriteria umum di berbagai perusahaan bukan di perusahaan tempat dia bekerja saja.

Tari perlu melakukan persiapan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi dalam istilah manajemen minimal sama dengan kriteria posisi yang diinginkan, namun lebih baik lagi kalau memiliki kompetensi lebih dari kriteria yang diminta. Dengan kondisi kompetensi yang sudah meningkat ditambah pengalaman kerja di perusahaan,  tentunya Tari memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima di banyak perusahaan.

Untuk meningkatkan kompetensi, Tari cukup menggunakan prinsip sederhana dan melakukannya secara konsisten. Yaitu prinsip 1% sehari. Tari cukup belajar sesuatu yang baru dengan waktu luangnya secara konsisten. Katakanlah belajar bahasa Inggris secara online misalnya, atau mulai menabung sedikit-demi sedikit agar bisa kursus ( belakangan saya tahu Tari menyiapkan tabungan untuk kuliah). Dengan  1%  peningkatan sehari, maka Tari mencapai 365 % peningkatan dalam setahun. Itu artinya kemampuannya bertambah 3 kali lipat dibanding sebelumnya.

Anda bisa mengerti, dengan kemampuan yang sudah meningkat 3 kali lipat tentunya peluang Tari mencari pekerjaan akan lebih besar. Hal ini berlaku juga untuk karyawan dengan status permanen. Mereka tidak boleh merasa dirinya aman karena status permanen karena karyawan permanen pun memiliki resiko diberhentikan karena prestasi jelek atau pengurangan karyawan.

Apalagi jika Anda memiliki keinginan untuk berkarir di perusahaan tersebut. Anda tidak akan memperoleh kesempatan hanya karena sekedar bekerja baik saja tetapi membutuhkan peningkatan kompetensi yang lebih banyak. Pergunakan prinsip 1 % sehari, setahun kemudian dengan kompetensi yang telah meningkat 3 kali lipat Anda minimal memiliki peluang kenaikan gaji yang lebih besar atau dipromosi.

Bayangkan Anda konsisten melakukan peningkatan kompetensi selama 3 tahun atau 1.095 %, yang berarti kemampuan Anda meningkat 10 kali lipat. Bila di perusahaan tersebut tidak mempunyai kesempatan yang senilai dengan kemampuan baru Anda, dengan mudah Anda menjual kompetensi Anda kepada perusahaan lain, bukan? Jauh lebih baik daripada Anda bekerja 3 tahun di perusahaan tersebut dengan kemampuan sama yang berarti Anda bekerja 1 tahun yang diulang 3 kali.

Dalam proses meningkatkan kompetensi tersebut, Anda perlu mencari tahu kompetensi apa yang menjadi standar suatu jabatan. Dengan mengembangkan diri mencapai kompetensi yang dibutuhkan apalagi melebihi standar yang diharapkan, tentunya akan meningkatkan nilai jual kemampuan Anda. Anda dengan mudah terpilih mengisi suatu jabatan atau mendapatkan promosi yang pada akhirnya berdampak pada gaji yang sesuai dengan harapan Anda.

Perusahaan tentunya lebih senang mempekerjakan karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi atau seorang mitra bisnis pun akan mengutamakan bekerja sama dengan mitra yang memiliki kompetensi yang baik. Memiliki kompetensi yang tinggi adalah salah satu kunci untuk mencapai sukses dalam hidup Anda.



sumber : bagian Sukses 12 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"